BANDAR LAMPUNG — Rencana pengadaan 211 unit sepeda motor Honda Vario 160 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung untuk anggaran murni 2027 memunculkan pertanyaan serius mengenai skala prioritas belanja pendidikan.
Berdasarkan rincian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang terungkap dalam pembahasan bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, pengadaan kendaraan bermotor roda dua itu tercantum dengan pagu Rp8.799.966.000.
Jika mengacu pada jumlah 211 unit, nilai pengadaan tersebut setara sekitar Rp41,71 juta per unit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramadhan, membenarkan bahwa pembahasan RKA murni 2027 mencakup penataan kembali anggaran agar lebih sesuai dengan prioritas dan program pemerintah kota.
Menurut dia, anggaran 2027 yang dibahas mengalami penurunan sekitar Rp4 miliar dibandingkan 2026, berdasarkan perhitungannya saat rapat.
“Enggak, kalau dari 2026 turun, sekitar 4 miliar kalau nggak salah, saya lihat,” ujar Nur Ramadhan saat diwawancarai seusai pembahasan RKA bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung pada Kamis 15 Oktober 2026.
Ketika ditanya mengenai rencana pengadaan motor untuk kepala sekolah, Nur Ramadhan menyebut alokasi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh komisi dan Badan Anggaran (Banggar).
“Semua kepala sekolah. Tapi masih mau dibahas lagi di Banang oleh Komisi,” katanya.
Ia menjelaskan, pengadaan kendaraan itu dimaksudkan untuk mempermudah mobilitas kepala sekolah.
“Ya, untuk memudahkan mobilisasi kepala-kepala sekolah aja, Penginnya Bunda supaya kepala sekolah itu bisa lebih apa, fleksibel, lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu , Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengingatkan agar penyusunan anggaran murni 2027 lebih mengutamakan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, baik pada jenjang SD maupun SMP.
Dalam pembahasan RKA, Asroni turut menyinggung kebutuhan pengadaan seragam sekolah yang menurut pemaparannya memerlukan anggaran hampir Rp8,9 miliar, sementara alokasi yang dibahas baru mencapai sekitar Rp 5 miliar.