Berakhirnya produksi tersebut menandai penutupan perjalanan salah satu model motor sport Honda yang bertahan lebih dari dua dekade di Indonesia.
Meski demikian, keberadaannya masih dapat ditemui di jalan raya, bengkel, pasar motor bekas, dan berbagai komunitas penggemar.
Salah satu ciri khas Honda Tiger terletak pada mesin satu silinder empat langkah berkapasitas sekitar 200 cc.
Mesin tersebut menggunakan sistem pendingin udara dan konfigurasi SOHC, yang menjadi bagian dari karakter motor sport konvensional pada masanya.
Berdasarkan spesifikasi yang banyak dirujuk untuk Honda Tiger 2000, kapasitas mesin berada di kisaran 196,7–196,9 cc. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan.
Karakter mesin, posisi berkendara yang relatif tegak, dan proporsi bodinya membuat Honda Tiger dikenal sebagai motor yang cocok untuk perjalanan santai maupun touring.
Meski begitu, performa motor yang telah berusia belasan hingga puluhan tahun sangat bergantung pada kondisi unit masing-masing.
Riwayat pemakaian, kualitas perawatan, serta kondisi mesin dan komponen pendukung dapat menghasilkan pengalaman berkendara yang berbeda.
Karena itu, spesifikasi bawaan pabrik tidak selalu menggambarkan kondisi Honda Tiger bekas yang dijual saat ini.
Pemeriksaan teknis tetap diperlukan, terutama jika motor akan digunakan secara rutin atau untuk perjalanan jauh.
Honda Tiger memiliki identitas visual berupa bodi relatif besar, tangki berisi, dan tampilan motor sport konvensional.
Karakter tersebut membedakannya dari banyak sepeda motor sport modern yang mengandalkan fairing dan garis desain lebih agresif.