PESISIR BARAT – Sebanyak 49 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) tercatat akan bekerja di enam negara tujuan dengan bidang pekerjaan yang beragam. Malaysia dan Taiwan menjadi negara tujuan terbanyak, masing-masing dengan 13 CPMI.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertransperind) Pesbar, selain Malaysia dan Taiwan, terdapat 10 CPMI yang akan bekerja di Turki. Kemudian, Bulgaria dan Hong Kong masing-masing menjadi tujuan lima orang, sedangkan tiga orang lainnya akan bekerja di Singapura.
Data tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja di luar negeri masih diminati masyarakat Pesbar sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Kepala Disnakertransperind Pesbar Murliana, S.Sos., M.Sc., melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irsyan Agta, S.SI., mengatakan, puluhan CPMI tersebut akan ditempatkan di sejumlah negara dengan jenis pekerjaan yang berbeda.
Menurutnya, masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri perlu mempersiapkan diri secara matang, terutama dalam memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti prosedur penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Persiapan tersebut penting agar calon pekerja tidak hanya memiliki kesempatan memperoleh penghasilan, tetapi juga mendapatkan kepastian dan perlindungan selama bekerja di negara tujuan.
“Calon pekerja migran Indonesia harus memastikan seluruh persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Selain itu, penting bagi mereka untuk memahami prosedur penempatan serta ketentuan yang berlaku agar proses keberangkatan dan pelaksanaan pekerjaan di negara tujuan dapat berjalan sesuai aturan,” katanya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan bidang pekerjaan, sektor asisten rumah tangga (ART) dan perawatan lansia mendominasi pilihan CPMI asal Pesbar dengan jumlah 27 orang.
Selanjutnya, sebanyak 15 orang akan bekerja di sektor perhotelan dan restoran. Sementara itu, tujuh orang lainnya memilih pekerjaan di bidang perkebunan dan pabrik.
“Dominasi sektor ART dan perawatan lansia memperlihatkan bahwa pekerjaan pelayanan rumah tangga masih menjadi salah satu bidang yang banyak diminati calon pekerja migran,” jelasnya.
Irsyan juga menegaskan bahwa kelengkapan dokumen dan pemahaman terhadap ketentuan kerja harus menjadi perhatian sebelum calon pekerja memutuskan berangkat ke luar negeri.
Dengan bekal informasi yang benar, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memilih peluang kerja serta menghindari risiko penempatan yang tidak sesuai prosedur.