Tekan Inflasi, Pemkab Pesisir Barat Gelar Penetrasi Pasar Beras dan Minyak Goreng

Pemkab Pesisir Barat menggelar penetrasi pasar untuk menjaga harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Yayan Prantoso - Senin, 24 Agt 2026 - 14:39 WIB
Pemkab Pesbar melalui Diskopdag menggelar penetrasi pasar di pasar Way Batu.
Pemkab Pesbar melalui Diskopdag menggelar penetrasi pasar di pasar Way Batu. - foto -- dok.Diskopdag Pesbar.

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah. Melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopdag), Pemkab Pesbar bersama Perum Bulog Lampung Utara menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Pasar Way Batu, Kecamatan Pesisir, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut menyasar dua komoditas kebutuhan pokok yang berpengaruh terhadap pengeluaran masyarakat, yakni minyak goreng dan beras. Intervensi dilakukan dengan menyediakan komoditas melalui penjualan dengan harga yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran.

Kepala Diskopdag Pesbar, M. Ma’ruf, mengatakan penetrasi pasar menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

Advertisements

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggandeng Bulog untuk memastikan pasokan komoditas yang disalurkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Gerakan penetrasi pasar ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 dus MinyaKita disiapkan untuk dipasarkan kepada masyarakat. Jumlah itu setara dengan 1.200 liter minyak goreng, dengan harga jual Rp15.500 per liter.

Selain minyak goreng, pemerintah juga menyediakan 150 sak beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Beras SPHP tersebut dikemas dalam ukuran 5 kilogram per sak dan dijual dengan harga Rp58 ribu. Dengan jumlah 150 sak, total beras yang disediakan mencapai 750 kilogram,” jelasnya.

Harga tersebut setara dengan Rp11.600 per kilogram. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan beras dengan harga yang relatif terjangkau di tengah kebutuhan pangan yang terus berlangsung.

Ma’ruf menilai penyediaan komoditas melalui penetrasi pasar menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengambil langkah intervensi ketika dibutuhkan, khususnya terhadap komoditas yang berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga dan inflasi.

“Selain menjaga ketersediaan barang, kegiatan ini juga diharapkan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements