LAMPUNG BARAT – Ruas jalan nasional di Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, kembali menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Dalam rentang waktu sekitar 10 menit, dua kecelakaan terjadi di titik yang sama pada Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.
Kedua insiden tersebut terjadi di pertigaan jalan nasional, tepatnya di akses masuk Waspada, Kelurahan Sekincau. Kecelakaan melibatkan kendaraan yang hendak masuk maupun keluar dari jalur Waspada menuju jalan nasional.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti kondisi pertigaan yang selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. Warga menilai, kondisi jalan nasional yang semakin mulus membuat pengendara cenderung melaju dengan kecepatan tinggi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di persimpangan.
Masyarakat pun meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Salah satu upaya yang diharapkan adalah pemasangan rambu-rambu peringatan lalu lintas serta sarana pengendali kecepatan kendaraan di sekitar pertigaan tersebut.
Langkah itu dinilai penting untuk mengingatkan pengendara agar mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati ketika melintasi persimpangan, khususnya saat ada kendaraan yang keluar maupun masuk dari jalur Waspada.
"Di titik ini sudah sering terjadi kecelakaan. Jangan sampai karena jalannya sudah mulus, kendaraan justru melaju kencang tanpa memperhatikan kendaraan yang keluar maupun masuk dari jalur Waspada,” ujar Sahroni, warga setempat.
Menurutnya, kecelakaan yang berulang seharusnya menjadi perhatian serius bagi instansi terkait untuk mengevaluasi kondisi lalu lintas di lokasi tersebut dan segera melakukan penanganan.
“Kami berharap pemerintah melalui instansi terkait jangan sampai terkesan membiarkan kondisi ini. Kalau sudah sering terjadi kecelakaan, berarti memang ada yang harus dibenahi di titik tersebut,” tegasnya.
Selain pemasangan rambu peringatan, Sahroni berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan penerangan jalan serta sarana lain yang dapat membantu pengendara mengurangi kecepatan saat mendekati pertigaan.
Ia menegaskan, persoalan keselamatan di lokasi tersebut bukan sekadar berkaitan dengan kerusakan kendaraan atau kerugian materi, melainkan juga menyangkut keselamatan jiwa para pengguna jalan.
“Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru dilakukan penanganan. Kecelakaan yang terjadi berulang kali ini sudah cukup menjadi peringatan,” pungkasnya.
Warga mendesak agar pertigaan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Terlebih, lokasi itu menjadi titik pertemuan kendaraan dari jalan nasional dengan jalur Waspada yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi. (*)