LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Barat resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pendataan ekonomi terbesar di Indonesia tersebut ditandai dengan pencanangan yang berlangsung di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Selasa (2 Juni 2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Ngisi Bareng (Ngibar) Mencatat Ekonomi Indonesia Tahun 2026 itu dipimpin langsung Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, unsur Forkopimda, Pranata Komputer Madya BPS Provinsi Lampung Muhammad Septa Utama, SST, MT, Kepala BPS Lampung Barat Shista Virgo Winata beserta jajaran, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, peratin, hingga pelaku UMKM.
Sebagai simbol dimulainya rangkaian Sensus Ekonomi 2026, Bupati Parosil Mabsus bersama Kepala BPS Lampung Barat Shista Virgo Winata melakukan pemukulan gong. Selain itu, dilakukan penyematan rompi dan kartu identitas kepada perwakilan petugas lapangan yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Lampung Barat.
Sebanyak 329 petugas lapangan disiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan sensus yang menjangkau berbagai sektor usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha berskala besar.
Sebelum melaksanakan tugas, para petugas akan mengikuti pembekalan dan pelatihan khusus di Bandar Lampung. Pelatihan tersebut dibagi dalam dua gelombang, yakni pada 6 Juni 2026 dan 9 Juni 2026.
Kepala BPS Lampung Barat, Shista Virgo Winata, SE, MM, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Barat.
Menurutnya, sensus ini tidak hanya bertujuan mengumpulkan data, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi pembangunan ekonomi yang berbasis data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Shista menjelaskan, hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran utuh mengenai struktur ekonomi daerah, potensi usaha yang berkembang, sektor unggulan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Data tersebut akan menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Ia menegaskan setiap angka yang tercatat dalam sensus memiliki arti penting karena akan memengaruhi berbagai kebijakan pemerintah di masa mendatang.
Menurutnya, data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat, sementara kebijakan yang tepat akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, BPS mengajak seluruh pelaku usaha di Lampung Barat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.
"BPS ingin memastikan seluruh potensi ekonomi yang ada di Lampung Barat dapat tercatat dengan baik sehingga menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif," ujarnya.
Advertisements