Gunung Kucing Terancam Alih Fungsi, Walhi Kritik Pengawasan Izin Perumahan di Bandar Lampung

Alih fungsi lahan di Gunung Kucing menjadi sorotan Walhi Lampung. Pengawasan perizinan dan perlindungan kawasan perbukitan dinilai perlu diperketat.
Krisna Jeri - Kamis, 22 Okt 2026 - 16:05 WIB
Aktivitas pembangunan Perumahan Angkasa Land di kawasan Gunung Kucing, Bandar Lampung, mendapat sorotan Walhi Lampung karena dinilai berpotensi mengancam fungsi ekologis perbukitan dan meningkatkan risiko bencana lingkungan.
Aktivitas pembangunan Perumahan Angkasa Land di kawasan Gunung Kucing, Bandar Lampung, mendapat sorotan Walhi Lampung karena dinilai berpotensi mengancam fungsi ekologis perbukitan dan meningkatkan risiko bencana lingkungan. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Ia juga menilai evaluasi terhadap dampak pembangunan perlu dilakukan secara serius, terutama jika kegiatan tersebut berpotensi memengaruhi permukiman warga di sekitar lokasi proyek.

Walhi Lampung memperingatkan bahwa pembangunan di kawasan dengan kemiringan lereng curam perlu memperhitungkan kondisi tanah, perubahan bentang alam, serta dampaknya terhadap aliran air.

"Alih fungsi lahan di kawasan lereng tinggi berisiko sangat besar memicu terjadinya bencana tanah longsor serta ancaman banjir bandang yang langsung mengintai pemukiman warga di bawahnya," jelas Irfan.

Pembukaan lahan di kawasan perbukitan juga berpotensi mengurangi tutupan vegetasi yang berperan dalam membantu penyerapan air hujan dan menjaga kestabilan tanah.

Advertisements

Jika tutupan hijau terus berkurang, kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air dapat terganggu.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dikhawatirkan turut memengaruhi keseimbangan tata air serta kualitas lingkungan perkotaan.

Walhi menilai dampak perubahan lahan perlu dikaji secara menyeluruh agar pembangunan tidak mengabaikan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Selain persoalan lingkungan jangka panjang, aktivitas pembangunan Perumahan Angkasa Land disebut menimbulkan gangguan langsung bagi warga di sekitar lokasi.

Advertisements

Irfan menyoroti debu yang muncul akibat pengerukan tanah dan lalu lintas kendaraan proyek.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas harian masyarakat apabila tidak ditangani dengan baik.

Salah satu langkah pengendalian yang disorot adalah penyiraman jalan secara berkala untuk mengurangi debu.

Menurutnya, upaya mitigasi semacam itu perlu dilakukan secara konsisten oleh pengembang.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements