LAMPUNG BARAT – Prihatin dengan tingginya risiko kecelakaan di tanjakan dan turunan curam yang telah menelan banyak korban jiwa, masyarakat Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, bergotong royong memasang pagar dan tanggul dari ban bekas sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, Polsek Sumber Jaya, dan Koramil tersebut dilaksanakan pada Kamis (22/10), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial memperingati Hari Jadi Pekon Trimulyo ke-42.
Peratin Trimulyo, Buchori, S.P., mengatakan pemasangan pagar ban merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan. Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di lokasi dengan tingkat kemiringan yang cukup curam.
"Kegiatan ini dalam rangka bakti sosial Hari Jadi Pekon Trimulyo yang ke-42. Kami bersama masyarakat melakukan pemasangan pagar ban dan tanggul yang ditopang tanaman andong hijau sebagai penahan sekaligus penguat bahu jalan dari ancaman erosi," kata Buchori.
Pada tahap pertama, pemasangan pagar ban dipusatkan di titik yang dinilai paling rawan kecelakaan dengan panjang sekitar 80 meter. Untuk pekerjaan tersebut, masyarakat telah memanfaatkan sedikitnya 250 ban bekas.
"Untuk tahap ini sudah dipasang pagar di titik yang paling rawan sepanjang kurang lebih 80 meter, yang menghabiskan ban sekitar 250-an ban. Tahap kedua nanti masih kita membutuhkan sekitar 200-an ban lagi untuk dinding dan tanggul di titik lainnya," ujarnya.
Buchori mengajak masyarakat dan pihak lain yang memiliki ban bekas untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ban yang didonasikan akan digunakan untuk melanjutkan pemasangan pagar dan tanggul di sejumlah titik lainnya.
"Untuk itu masih dibutuhkan lagi donasi bannya. Kalau ada, tolong beri tahu kami agar bisa diambil. Atau bisa diantar ke lokasi," imbuhnya.
Menurut Buchori, pemasangan pagar dan tanggul tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan, terutama akibat kendaraan mengalami rem blong saat melintasi turunan.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk meminimalisasi tingkat kecelakaan akibat los rem ataupun kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya. Selain itu, untuk memberikan rasa nyaman dan percaya diri bagi para pengguna jalan," jelasnya.
Selain sebagai upaya pengamanan sementara, masyarakat berencana memperindah kawasan tersebut. Ban-ban yang telah terpasang nantinya akan dicat dengan beragam warna agar lingkungan di sekitar lokasi terlihat lebih menarik.
"Untuk ke depan, ban yang sudah terpasang akan dicat warna-warni agar bisa menambah estetiknya di lokasi tersebut," kata Buchori.