Meski demikian, Buchori menegaskan bahwa pemasangan pagar ban tersebut bukan solusi permanen untuk mengatasi persoalan jalan yang terlalu curam. Ia berharap Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian serius melalui penanganan teknis untuk mengurangi tingkat kemiringan tanjakan tersebut.
"Kegiatan ini sifatnya sementara, sambil menunggu perhatian Pemerintah Provinsi Lampung untuk bisa menurunkan derajat kemiringan tanjakan tersebut yang sangat curam dan sudah banyak memakan korban," tegasnya.
Sementara itu, Camat Gedung Surian, Agus Hadi Purnama, S.I.P., mengapresiasi inisiatif dan semangat gotong royong masyarakat Pekon Trimulyo. Menurutnya, pemanfaatan ban bekas sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan merupakan ide positif yang patut didukung.
"Kami memberikan apresiasi terhadap upaya pengurangan risiko kecelakaan ini dengan inovasi pemasangan ban. Ini ide bagus. Kami tunggu ide-ide brilian lainnya dari Pekon Trimulyo untuk kegiatan lainnya," kata Agus.
Apresiasi serupa disampaikan Kapolsek Sumber Jaya, AKP Edwar Panjaitan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam melaksanakan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi kepentingan umum.
"Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat Pekon Trimulyo atas kekompakannya dalam kegiatan ini. Tolong ini dipertahankan dan undang kami kalau ada kegiatan-kegiatan serupa," ujarnya.
Gotong royong tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan di tengah kondisi infrastruktur yang dinilai berisiko. Pemanfaatan ban bekas menjadi langkah awal yang dapat dilakukan bersama sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Lampung segera meninjau kondisi tanjakan tersebut dan mengambil langkah teknis yang diperlukan. Dengan demikian, keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin dan risiko kecelakaan di lokasi tersebut bisa ditekan. (*)