BANDAR LAMPUNG – Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipasarkan melalui Logam Mulia tidak mengalami perubahan Harga emas Antam bertahan di level Rp 2.540.000 per gram, sama seperti harga sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga stagnan di Rp 2.335.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual emas dan harga buyback mencapai Rp 205.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut menjadi hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum membeli atau menjual emas batangan sebagai instrumen investasi.
Harga emas merupakan nilai yang dibayarkan konsumen saat membeli emas dari gerai Logam Mulia. Sebaliknya, harga buyback adalah nilai yang diterima ketika pemilik menjual kembali emasnya kepada Logam Mulia.
Sebagai ilustrasi, investor yang membeli emas Antam seberat 1 gram dengan harga Rp 2.540.000, kemudian menjualnya kembali pada harga buyback Rp 2.335.000 per gram, akan mengalami selisih Rp 205.000 atau sekitar 8,07% dari harga pembelian.
Perhitungan tersebut belum memperhitungkan kemungkinan biaya lain yang berlaku dalam transaksi. Oleh karena itu, investor perlu mencermati kedua harga tersebut untuk menghitung potensi keuntungan maupun kerugian secara lebih akurat.
Investasi Emas Antam Lebih Cocok untuk Jangka Panjang
Besarnya selisih harga beli dan harga buyback membuat investasi emas batangan lebih tepat dipertimbangkan untuk jangka panjang. Kenaikan harga emas di masa mendatang diharapkan mampu menutup selisih tersebut sekaligus memberikan keuntungan bagi investor.
Berdasarkan simulasi perhitungan yang dipublikasikan Kontan.co.id, hasil investasi emas Antam berbeda-beda bergantung pada waktu pembelian. Investor yang membeli emas pada periode ketika harga lebih rendah berpotensi memperoleh keuntungan, sedangkan pembelian pada harga yang lebih tinggi dapat menghasilkan kerugian jika dijual kembali pada harga buyback saat ini.
Sebagai gambaran, emas yang dibeli pada 26 Juli 2025 dengan harga Rp 1.915.000 per gram memiliki potensi keuntungan sebesar 21,93% berdasarkan perhitungan tersebut. Emas yang dibeli pada 26 April 2025 seharga Rp 1.965.000 per gram berpotensi menghasilkan keuntungan 18,83%, sedangkan pembelian pada 26 Januari 2025 dengan harga Rp 1.611.000 per gram berpotensi menghasilkan keuntungan 44,94%.
Sebaliknya, investor yang membeli emas pada 19 Oktober 2026 dengan harga Rp 2.574.000 per gram berpotensi mengalami kerugian 9,29% jika menjualnya pada harga buyback yang digunakan dalam simulasi tersebut.
Pembelian pada 26 September 2026 dengan harga Rp 2.613.000 per gram juga tercatat berpotensi merugi 10,64%. Sementara itu, pembelian pada 26 Juli 2026 dengan harga Rp 2.612.000 per gram berpotensi merugi 10,60%.