LAMPUNG BARAT – Janji pembangunan jembatan perintis di Pekon Sumber Alam, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, mulai dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, jembatan yang menjadi akses penting untuk menunjang aktivitas dan perekonomian warga di Pemangku Tunas Jaya itu hingga kini belum kunjung dibangun kembali.
Kerusakan jembatan tersebut bukan persoalan baru. Sebelumnya, jembatan itu dibangun melalui kerja sama pemerintah dan masyarakat Pekon Sumber Alam. Namun, derasnya banjir menyebabkan jembatan hanyut sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Untuk mengatasi persoalan akses, masyarakat sempat bergotong royong membangun jembatan darurat secara swadaya dengan memanfaatkan material seadanya, seperti bambu dan kayu.
Namun, upaya tersebut kembali gagal setelah banjir susulan menerjang dan menghancurkan jembatan darurat yang dibangun warga. Akibatnya, masyarakat kembali menghadapi persoalan akses penghubung yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk pergerakan ekonomi setempat.
Peratin Pekon Sumber Alam, Husain, SIP, mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat, terutama warga Pemangku Tunas Jaya. Selain menunjang mobilitas, jembatan itu menjadi salah satu akses pendukung aktivitas perekonomian warga.
Persoalan tersebut sebelumnya juga telah mendapat perhatian pemerintah daerah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat bersama anggota DPRD Lampung Barat bahkan telah meninjau langsung lokasi jembatan yang rusak akibat diterjang banjir.