Samsung Galaxy A37: Terlalu Main Aman di Harga Mahal?

Galaxy A37 menawarkan desain premium dan baterai tahan lama, tetapi performanya dinilai kurang kompetitif di kelas menengah.
gambar-user/JYiVWSgzPzy0COzkScRf257TVeX4ALUGscdF7APw.jpg
Budi Setiawan - Minggu, 17 Mei 2026 - 09:18 WIB
Samsung Galaxy A37 hadir dengan desain premium, sertifikasi IP68, layar 120Hz, dan baterai tahan lama, tetapi performanya masih menuai kritik.
Samsung Galaxy A37 hadir dengan desain premium, sertifikasi IP68, layar 120Hz, dan baterai tahan lama, tetapi performanya masih menuai kritik. - Foto Samsung

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Karena tidak memiliki lensa telefoto, kemampuan zoom sepenuhnya mengandalkan digital zoom. Untungnya, pembesaran dua kali masih menghasilkan detail yang cukup baik.

Untuk fotografi malam hari, kamera utama mampu menghasilkan gambar minim noise dengan pencahayaan yang cukup stabil.

Namun, kualitas kamera ultrawide justru terasa kurang memuaskan. Ketajamannya menurun drastis saat kondisi cahaya minim.

Sementara itu, kamera makro dinilai hanya menjadi pelengkap pada modul kamera belakang.

Advertisements

Dukungan AI dan Update Hingga 6 Tahun

Galaxy A37 menjalankan sistem operasi One UI 8.5 terbaru.

Samsung turut menyematkan asisten Bixby berbasis Perplexity AI yang membuat perangkat lebih responsif dalam memahami perintah bahasa natural pengguna.

Meski demikian, beberapa fitur editing berbasis AI tingkat lanjut ternyata belum tersedia pada perangkat ini.

Sebagai kompensasi, Samsung menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun, yang menjadi salah satu nilai jual utama Galaxy A37.

Advertisements

Kesimpulan: Solid, Tapi Kurang Menarik di Harganya

Samsung Galaxy A37 sebenarnya menawarkan paket smartphone yang cukup lengkap.

Perangkat ini unggul pada sektor layar terang, desain premium, sertifikasi IP68, serta daya tahan baterai yang impresif. Kamera utamanya juga mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya.

Namun, daya tariknya terasa berkurang karena harga jual yang cukup tinggi.

Penggunaan chipset lama membuat performanya sulit bersaing dengan kompetitor di kelas menengah premium. Bahkan, Galaxy A56 justru terlihat lebih menarik dengan peningkatan performa yang lebih signifikan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements