BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, menggelar kegiatan Ruang Bertumbuh dengan menghadirkan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi generasi muda, khususnya pemuda dan pemudi di Kota Bandar Lampung.
Mengusung tema “Generasi Muda Berkarakter, Melek Teknologi, Siap Membangun Masa Depan Bangsa”, kegiatan tersebut berlangsung di SDIT Fitrah Insani, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Minggu 08 November 2026.
Dalam sambutannya, Agus mengatakan Ruang Bertumbuh tidak boleh sekadar menjadi ruang pelatihan atau kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan dan masa depan generasi muda.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, khairunnas anfauhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
“Yang terbaik di antara kita itu yang paling banyak dampak dan manfaatnya buat masyarakat. Karenanya, saya ingin Gen Z di Kota Bandar Lampung bersama Ruang Bertumbuh ini tidak hanya sekadar kelas, tidak hanya sekadar nama, tapi benar-benar ada dampak yang bisa kita optimalkan dalam kehidupan kita,” ujar Agus.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki karakter kuat, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta kemauan untuk terus belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Agus memperkenalkan empat kekuatan atau daya yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu tumbuh, bergerak, memberikan dampak, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Keempatnya meliputi daya ikatan, daya rekat, daya pikat, dan daya sikat.
Pertama, daya ikatan. Agus menjelaskan, generasi muda perlu mengikatkan diri dengan organisasi, komunitas, maupun lingkungan positif yang dapat mendorong perkembangan kemampuan dan kualitas diri.
Menurutnya, kecerdasan akademis saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan kehidupan. Anak muda juga perlu memiliki kecerdasan emosional dan kemampuan membangun hubungan sosial.
Karena itu, ia mendorong para pelajar dan mahasiswa agar aktif mengikuti organisasi sesuai dengan lingkungan masing-masing.
“Nggak cukup hanya dengan cerdas secara akademis, tetapi juga mesti cerdas secara emosional. Salah satunya dengan ikut organisasi. Pesan saya buat adik-adik sekalian, setelah ini ikut organisasi di mana pun kita berada. Kalau masih mahasiswa, gabung organisasi yang ada di kampus, ikut Himpunan Mahasiswa (Hima), serta kegiatan dan komunitas yang bisa menambah jaringan kita,” katanya.