“Nggak cukup kita hanya mengangguk saja dengan kebijakan hari ini. Tidak apa-apa, teman-teman sekalian, kalau ada yang salah dikritisi. Dewan kalau ada yang enggak benar diingatkan, pemerintah kalau ada yang keliru diluruskan,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sikap kritis harus disampaikan melalui cara-cara yang baik, bertanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Agus berharap empat kekuatan tersebut dapat diterapkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, kepedulian sosial, dan keberanian untuk membawa perubahan.
Ia menilai perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau AI menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan produktivitas.
Melalui Ruang Bertumbuh, Agus berharap semakin banyak anak muda di Bandar Lampung memperoleh kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Agus optimistis generasi muda yang memiliki karakter kuat, melek teknologi, mampu menjaga persatuan, dan berani menyuarakan kebenaran akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Dengan empat daya ini kalau kita optimalkan bersama melalui Ruang Bertumbuh, mudah-mudahan kita menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045,” harapnya.
Di akhir sambutannya, Agus mengingatkan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kemauan setiap individu untuk memperbaiki diri.
Ia menegaskan, masa depan tidak akan berubah apabila generasi muda tidak memiliki tekad untuk terus belajar, berkembang, dan melakukan perubahan positif.
“Allah tidak akan mengubah takdir dan nasib kita kalau kitanya tidak mau berubah,” pungkasnya.