Menurut Venna, hubungan yang ideal harus dibangun atas dasar penghargaan, kesetaraan, dan komitmen penuh antara dua orang.
Ia meyakini setiap perempuan berhak mendapatkan cinta yang utuh tanpa harus berbagi dengan pihak lain. Prinsip itulah yang membuatnya memilih menolak tawaran tersebut.
Utamakan Pernikahan yang Memiliki Kekuatan Hukum
Selain menolak menjadi istri kedua, Venna juga mengaku lebih memilih pernikahan yang memiliki kekuatan hukum negara dibandingkan pernikahan yang hanya dilakukan secara agama tanpa pencatatan resmi.
Menurutnya, legalitas pernikahan sangat penting karena berkaitan dengan perlindungan hak perempuan dan anak di masa depan.
Pengalaman hidup yang telah dilaluinya membuat Venna semakin memahami pentingnya kepastian hukum dalam sebuah hubungan rumah tangga.
Kehilangan Ayah Jadi Ujian Berat
Di tengah berbagai dinamika kehidupan asmaranya, Venna juga menghadapi cobaan berat pada awal 2026. Ia harus kehilangan sang ayah tercinta, Jimmy Rekartono, yang meninggal dunia secara mendadak.
Kepergian ayahnya meninggalkan duka mendalam. Saat kabar tersebut diterima, Venna diketahui sedang berada di Bali untuk berlibur sehingga tidak dapat langsung berada di sisi sang ayah pada saat-saat terakhir.
Ia mengaku sempat syok ketika menerima telepon yang mengabarkan kondisi ayahnya. Awalnya, Venna mengira sang ayah hanya pingsan atau tertidur. Namun setelah mendapat penjelasan lebih lanjut, ia mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
Sesampainya di Jakarta, Venna langsung menuju lokasi pemakaman. Tangis haru tak terbendung saat dirinya menaburkan bunga dan memanjatkan doa di pusara sang ayah.
Pilih Menjalani Hidup dengan Tenang
Berbagai ujian yang datang silih berganti membuat Venna semakin kuat dalam menjalani kehidupan.
Kini, ia memilih fokus pada keluarga, pekerjaan, dan kebahagiaan anak-anaknya. Baginya, menjalani hidup dengan tenang bersama orang-orang tercinta jauh lebih berharga dibandingkan mengejar hubungan baru yang belum tentu menghadirkan kebahagiaan yang sama.
Keputusan tersebut menjadi bentuk kedewasaan Venna dalam memaknai perjalanan hidup, sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus ditemukan melalui pernikahan, melainkan juga dari keluarga dan orang-orang yang selalu hadir di sekelilingnya.