BANDAR LAMPUNG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung memanfaatkan ajang Bandar Lampung Expo 2026 untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan lebih dekat kepada masyarakat.
Selama empat hari penyelenggaraan kegiatan, sebanyak 300 keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berhasil dicetak langsung di lokasi.
Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung, Bagus Harisma Bramado, mengatakan kehadiran layanan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Eva Dwiana agar masyarakat lebih mudah mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
"Di Bandar Lampung Expo ini kami membuka layanan cetak KTP elektronik, perubahan data termasuk perubahan foto, misalnya dari yang sebelumnya belum berhijab menjadi berhijab, serta pelayanan Kartu Keluarga (KK) barcode," kata Bagus, Rabu, 22 Juli 2026.
Sejak dibuka pada 18 Juli 2026, layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga 21 Juli 2026, Disdukcapil telah mencetak sekitar 300 e-KTP dan melayani sekitar 25 permohonan perubahan foto pada dokumen kependudukan.
"Setiap harinya ada peningkatan. Sampai hari ini sudah sekitar 300 KTP yang kami cetak dan sekitar 25 perubahan foto dari belum berhijab menjadi berhijab," ujarnya.
Menurut Bagus, layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat adalah pencetakan e-KTP, terutama untuk penggantian kartu yang rusak maupun hilang.
Ia mengingatkan masyarakat yang akan mengurus e-KTP rusak agar membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) serta KTP yang mengalami kerusakan. Sementara bagi pemohon yang kehilangan e-KTP, wajib melampirkan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian sebagai salah satu syarat administrasi.
Selain memberikan pelayanan administrasi kependudukan, Disdukcapil juga terus mengoptimalkan percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat.
Bagus mengungkapkan, tingkat aktivasi IKD di Kota Bandar Lampung kini telah mendekati 30 persen atau hampir mencapai target nasional yang ditetapkan pada 2026.
"Alhamdulillah, aktivasi IKD sudah hampir menyentuh 30 persen. Insya Allah tahun ini target nasional untuk Kota Bandar Lampung bisa tercapai," katanya.
Ia menambahkan, setiap warga yang datang mengurus dokumen kependudukan turut diarahkan untuk mengaktifkan IKD. Kehadiran aplikasi tersebut dinilai mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai dokumen kependudukan secara digital, mulai dari e-KTP hingga Kartu Keluarga.