PESISIR BARAT – Sebuah rumah milik M. Shaleh (77), warga Pemangku Sukanegara Induk, Pekon Sukanegara, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, hangus dilalap api pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kompor gas elpiji yang berada di dalam rumah.
Hingga Rabu sore, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan besaran kerugian material sekaligus mengumpulkan informasi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Kepulan asap tebal yang membumbung dari bangunan membuat masyarakat bergegas memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pesisir Barat, Cahyadi, S.IP., membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan diterima setelah api membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah korban.
"Benar, telah terjadi kebakaran sebuah rumah milik warga atas nama M. Shaleh di Pemangku Sukanegara Induk, Pekon Sukanegara, Kecamatan Ngambur, sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan laporan awal dari petugas di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari kompor gas elpiji yang berada di dalam rumah," kata Cahyadi.
Menurutnya, setelah menerima laporan, petugas segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan di lokasi. Langkah cepat dilakukan agar kobaran api tidak meluas dan merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman.
Upaya pemadaman juga melibatkan warga setempat yang secara sukarela membantu petugas mengendalikan api. Sinergi tersebut dinilai sangat penting mengingat lokasi rumah berada di tengah permukiman padat.
"Petugas bersama warga bergerak cepat melakukan penanganan. Fokus utama kami adalah memadamkan api sekaligus mencegah agar kobaran tidak menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya. Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai menimbulkan kebakaran yang lebih luas," jelasnya.
Advertisements
Meski api berhasil dipadamkan, proses pendataan dampak kebakaran masih berlangsung. Karena itu, nilai kerugian yang dialami korban belum dapat dipastikan.
"Besaran kerugian belum bisa kami sampaikan karena petugas masih melakukan pendataan di lapangan. Kami juga masih mengumpulkan berbagai informasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sebelum menyampaikan hasil akhirnya," ungkapnya.
Cahyadi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran, terutama kompor gas elpiji. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi selang, regulator, dan tabung gas dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.
"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kompor dalam kondisi aman setelah digunakan, memeriksa kelayakan selang dan regulator secara berkala, serta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Kewaspadaan menjadi langkah paling efektif untuk mencegah terjadinya musibah serupa," tegasnya.