BANDAR LAMPUNG – ASUS resmi menghadirkan Zenbook DUO 2026 (UX8407AA) ke pasar Indonesia. Laptop premium ini menawarkan konsep dual screen OLED dalam satu perangkat ringkas yang dirancang untuk mendukung kebutuhan multitasking tingkat tinggi.
Mengusung dua layar sentuh OLED, desain yang lebih kokoh, serta prosesor generasi terbaru dengan kemampuan AI hingga 50 TOPS, Zenbook DUO 2026 menjadi salah satu laptop paling inovatif yang hadir di kelas premium tahun ini.
Hasil pengujian yang dilakukan Jagat Review menunjukkan perangkat ini mampu menghadirkan kombinasi produktivitas, performa, dan mobilitas yang sulit ditandingi laptop konvensional.
Desain Lebih Ringkas dan Tangguh
ASUS melakukan sejumlah pembaruan pada sektor desain Zenbook DUO 2026. Dimensi bodinya diklaim sekitar 5 persen lebih ringkas dibanding generasi sebelumnya sehingga lebih nyaman dibawa bepergian.
Bobot perangkat bersama keyboard fisik hanya sekitar 1,94 kilogram, menjadikannya tetap portabel meski membawa dua layar sekaligus.
Peningkatan juga terlihat pada desain engsel yang membuat jarak antar layar berkurang hingga 70 persen. Hasilnya, tampilan visual terasa lebih menyatu dan imersif saat kedua layar digunakan bersamaan.
Laptop ini turut dilengkapi kickstand bawaan yang terintegrasi dengan bodi. ASUS mengklaim komponen tersebut mampu bertahan hingga 40.000 kali siklus buka-tutup dan menopang beban sampai 15 kilogram.
Selain itu, Zenbook DUO 2026 telah mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD 810H yang menjamin ketahanan perangkat dalam berbagai kondisi penggunaan.
Dual Layar OLED 3K 144Hz
Daya tarik utama Zenbook DUO 2026 terletak pada dua layar OLED berukuran 14 inci yang menggunakan panel ASUS Lumina Pro OLED.
Spesifikasi layar yang ditawarkan meliputi:
- Resolusi 3K (2880 x 1800 piksel)
- Rasio aspek 16:10
- Refresh rate 144Hz
- Kecerahan hingga 1.000 nits HDR
- Cakupan warna 100 persen DCI-P3
- Sertifikasi Pantone Validated
Kedua layar juga mendukung fitur sentuh dan kompatibel dengan stylus berteknologi 4.096 tingkat sensitivitas.
Pengguna dapat memilih berbagai mode penggunaan, mulai dari laptop konvensional, mode layar vertikal bertumpuk, hingga mode presentasi dengan bentangan layar 180 derajat.