BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mencatat Kecamatan Sukarame sebagai wilayah dengan jumlah usaha kuliner terbanyak di kota tersebut. Berdasarkan data penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), terdapat 1.297 usaha kuliner yang beroperasi di kecamatan tersebut.
"Kecamatan Sukarame, tercatat sebagai wilayah dengan usaha kuliner terbanyak di Kota Bandar Lampung, dengan 1.297 usaha dari total 5.670 usaha," kata Febriana, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, data tersebut diperoleh dari penerbitan NIB yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung.
Tingginya jumlah usaha di Kecamatan Sukarame dinilai tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
"Jika dilihat berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), sektor kuliner memang menjadi penopang utama aktivitas usaha di Bandar Lampung," sambungnya.
Selain Sukarame, sejumlah kecamatan lain juga mencatat jumlah usaha yang cukup tinggi. Kecamatan Kedaton memiliki 773 usaha, Way Halim 762 usaha, Kemiling 721 usaha, dan Tanjung Senang sebanyak 669 usaha.
"Tingginya angka tersebut menunjukkan sektor food and beverage (F&B) masih menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan di kota ini," ujarnya.
Febriana menambahkan, tingginya jumlah usaha di Bandar Lampung juga diikuti dengan meningkatnya kesadaran para pelaku usaha untuk mengurus legalitas usaha mereka.
"Bahkan, dalam satu hari DPMPTSP mampu menerbitkan hingga 452 izin usaha," katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang telah menjalankan usaha agar segera mengurus Nomor Induk Berusaha sebagai identitas resmi usaha. Saat ini, proses perizinan dapat dilakukan secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS).
"Adapun persyaratan pengurusan NIB pada 2026 meliputi kepemilikan NIK (KTP), email aktif, nomor telepon, serta penentuan bidang dan lokasi usaha sesuai KBLI. Kami terus mendorong kemudahan perizinan agar investasi di Bandar Lampung semakin tumbuh dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” pungkasnya.