LAMPUNG BARAT – Memasuki musim panen kopi yang berlangsung pada Juni hingga September, masyarakat Kecamatan Kebuntebu berharap pemerintah bersama PT Pertamina dapat menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang disalurkan melalui SPBU 26.348.08 Kebuntebu.
Harapan tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan BBM masyarakat selama musim panen kopi. Selain digunakan untuk kendaraan bermotor, BBM juga menjadi kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas perkebunan dan pertanian yang menjadi sektor utama penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Salah seorang warga, Sukmal, mengatakan kebutuhan BBM biasanya mengalami peningkatan signifikan saat panen kopi berlangsung. Bahan bakar tidak hanya digunakan untuk kendaraan pengangkut hasil panen, tetapi juga untuk mengoperasikan berbagai peralatan produksi.
“Kami berharap BBM subsidi, khususnya Pertalite, bisa ditambah saat musim panen kopi. Kebutuhan masyarakat meningkat untuk operasional mesin penggilingan kopi maupun kendaraan pengangkut hasil panen. Memang Pertamax bisa digunakan, tetapi harganya lebih tinggi sehingga cukup memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Advertisements
Menurut Sukmal, tambahan kuota Pertalite akan membantu petani menjaga kelancaran proses produksi hingga distribusi hasil panen ke pasar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pengelola SPBU 26.348.08 Kebuntebu, Imron, menyatakan pihaknya menyambut baik harapan masyarakat dan siap menyampaikan usulan tersebut kepada pihak yang berwenang.
“Kami mengapresiasi harapan masyarakat dan akan menyampaikan terkait usulan penambahan kuota BBM kepada pihak yang berwenang. Pada prinsipnya kami berupaya melayani kebutuhan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Imron menjelaskan, penyaluran BBM di SPBU Kebuntebu tidak hanya melayani kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan angkutan barang, tetapi juga melayani pengecoran BBM yang telah disepakati bersama masyarakat dan diketahui pemerintah kecamatan.
Menurutnya, layanan pengecoran BBM diberikan untuk mendukung kebutuhan sektor perkebunan dan pertanian, terutama bagi masyarakat yang berada di lokasi cukup jauh dari SPBU. Meski demikian, jumlah BBM yang dapat dicor tetap dibatasi agar tidak mengganggu pelayanan pengisian kendaraan bermotor.
“Pengecoran BBM dilakukan untuk mendukung kegiatan perkebunan dan pertanian masyarakat, terutama bagi warga yang lokasinya cukup jauh dari SPBU. Namun jumlahnya dibatasi sesuai kesepakatan bersama agar tidak mengganggu pelayanan pengisian kendaraan bermotor,” jelasnya.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan di SPBU, pengisian BBM melalui sistem pengecoran dilakukan pada malam hari.
“Karena penjualan BBM yang dicor dibatasi sesuai kesepakatan bersama agar tidak mengganggu aktivitas pengisian BBM kendaraan, maka pengisian untuk pengecoran dilakukan pada malam hari,” tegasnya.
Advertisements