LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kecamatan Batu Ketulis terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus. Camat Batu Ketulis Heriyanto, S.Kom., bersama jajaran turun langsung menjenguk sekaligus memberikan bantuan kepada dua warga Pemangku III, Pekon Argomulyo, Kecamatan Batu Ketulis, yang tengah menghadapi kondisi kesehatan serius.
Dua warga yang mendapat perhatian tersebut adalah Zennia Briliano, balita penderita hidrosefalus, dan Muhammad Rifki Al Mujamil yang harus menjalani amputasi kaki kiri hingga pangkal paha akibat komplikasi cedera yang dialaminya.
Dalam kunjungan itu, pemerintah kecamatan menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan dasar sebagai bentuk dukungan moril dan materil kepada keluarga kedua warga tersebut.
Untuk Zennia Briliano, bantuan yang diberikan berupa susu dan kasur yang selama ini dibutuhkan untuk menunjang perawatan di rumah.
Camat Batu Ketulis Heriyanto mengatakan pemerintah telah berupaya memfasilitasi penanganan medis balita tersebut. Namun hingga saat ini keluarga masih belum memberikan persetujuan terhadap tindakan operasi yang direkomendasikan tenaga medis.
"Untuk ananda Zennia, pemerintah sudah berupaya memberikan pendampingan dan memfasilitasi proses pengobatan. Namun terkait tindakan operasi, keluarga masih memiliki kekhawatiran sehingga belum memberikan izin. Tentunya kami menghormati keputusan keluarga dan tidak bisa memaksakan kehendak," ujar Heriyanto.
Meski demikian, pemerintah kecamatan memastikan akan terus hadir memberikan dukungan sesuai kebutuhan keluarga, sembari memberikan pemahaman terkait pentingnya penanganan medis yang direkomendasikan dokter.
"Kami berharap ke depan keluarga semakin mantap dalam mengambil keputusan terbaik demi kesehatan anak. Pemerintah tetap siap membantu sesuai kewenangan yang ada," katanya.
Advertisements
Pada kesempatan yang sama, Heriyanto juga mengunjungi Muhammad Rifki Al Mujamil yang kini menjalani aktivitas sehari-hari setelah menjalani amputasi kaki kiri hingga pangkal paha.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa tongkat bantu jalan dan kasur guna menunjang aktivitas Rifki selama masa pemulihan.
Heriyanto menjelaskan, kondisi yang dialami Rifki berawal dari cedera saat bermain futsal pada tahun 2025 yang menyebabkan patah tulang kaki. Setelah sempat dinyatakan sembuh, cedera kembali terjadi saat korban hendak menstandarkan sepeda motor hingga menyebabkan patah tulang pada lokasi yang sama.
Saat itu, korban disarankan menjalani tindakan pemasangan pen oleh tenaga kesehatan. Namun karena berbagai pertimbangan, tindakan tersebut tidak dilakukan sehingga kondisi luka mengalami infeksi dan berujung pada amputasi.