Meski mengapresiasi peran besar HIPMI, Prabowo mengajak seluruh pengusaha muda untuk bersikap jujur dalam membaca kondisi bangsa saat ini.
Ia menilai Indonesia perlu kembali merefleksikan nilai-nilai dasar yang diwariskan para pendiri negara.
“Saya menghimbau Saudara-saudara bersama-sama menatap keadaan bangsa kita dengan jujur. Menurut keyakinan saya, bangsa kita telah menyimpang dari pemikiran dan warisan pendiri-pendiri bangsa kita sendiri,” tegasnya.
Presiden juga membandingkan situasi Indonesia dengan berbagai konflik global yang masih terjadi di sejumlah kawasan dunia, seraya mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
“Eropa, Ukraina dan Rusia, bahasanya hampir sama, agamanya hampir sama, tapi perang. Belum lagi Gaza, Palestina, Suriah, Pakistan, Myanmar. Janganlah kita menganggap apa yang kita miliki sekarang ini adalah biasa-biasa saja,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.
Ia menilai prinsip ekonomi kekeluargaan kerap hanya menjadi slogan tanpa penerapan nyata.
“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Ini sering hanya menjadi lip service. Kita sudah diberi rancang bangun, blueprint bangsa, tapi kita pura-pura menganggap itu tidak penting,” ujarnya.
Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo menegaskan bahwa HIPMI memegang peran strategis dalam menguatkan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui pengembangan UMKM.
Ia berharap Munas XVIII HIPMI mampu melahirkan kepemimpinan visioner dan keputusan konkret demi mendorong kemandirian ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.