Selain itu, Mad Hasnurin mengajak para jemaah untuk menjadikan pengalaman spiritual selama berhaji sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, sepulang dari Tanah Suci para jemaah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji diharapkan dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengalaman selama menjalankan ibadah haji tentu menjadi pelajaran berharga. Kami berharap bapak dan ibu dapat menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat, memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, serta terus menebarkan semangat kebaikan,” katanya.
Kepulangan jemaah haji tahun ini juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga yang selama ini terus memantau perkembangan anggota keluarganya selama berada di Arab Saudi.
Tak sedikit keluarga yang datang membawa bunga, air minum, hingga makanan ringan untuk menyambut orang-orang tercinta yang baru kembali dari perjalanan suci.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap semangat ibadah dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan haji dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.
“Semoga seluruh jamaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Lampung Barat,” pungkasnya.
