BANDAR LAMPUNG – Semangat gotong royong dan kepedulian TNI terhadap masyarakat kembali terlihat dalam percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI di Kampung Pancasila, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan atau H+10, progres pembangunan telah mencapai 5 persen dan menunjukkan kolaborasi yang solid antara aparat kewilayahan, teknisi, serta masyarakat setempat.
Peran aktif Babinsa bersama tokoh masyarakat Novriadi menjadi sorotan dalam proyek pembangunan tersebut. Keduanya tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga turun langsung membaur dengan warga dalam setiap tahapan pembangunan jembatan beton sepanjang 23 meter dengan lebar 2 meter yang dibangun di atas Sungai Way Betung.
“Keterlibatan Babinsa dan Pak Novriadi menjadi energi tersendiri bagi warga. Mereka bukan sekadar pengawas, tapi ujung tombak motivasi di lapangan,” ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.
Kondisi cuaca yang cerah sejak pagi hingga sore turut mendukung kelancaran pekerjaan penyiapan lokasi dan konstruksi awal. Sebanyak enam personel TNI dari Kodim, satu teknisi, dan enam warga bergotong royong mengerjakan pondasi awal jembatan yang dinantikan oleh sekitar 150 kepala keluarga atau 360 jiwa.
Jembatan tersebut akan menjadi akses penghubung penting antara Kelurahan Sukarame 2 dan Kelurahan Batu Putuk, sehingga diharapkan mampu meningkatkan mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah.Di sela kegiatan, Novriadi menyampaikan optimisme terhadap kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.
“Jembatan ini bukan sekadar beton dan besi. Ini adalah urat nadi kehidupan kami. Berkat pendampingan penuh dari Babinsa dan semangat kebersamaan, kami optimis jembatan ini akan selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi semua,” ujarnya.
Hingga saat ini, situasi di lokasi pembangunan dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat sekitar juga tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Pembangunan Tahap V dan VI dijadwalkan terus berlanjut setiap hari dengan target percepatan yang terukur.
Komandan Kodim 0410/KBL melalui jajaran Danrem 043/Gatam yang menerima laporan harian pembangunan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat, khususnya Babinsa dan Novriadi yang dinilai berhasil menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat.
“Inilah wujud nyata TNI hadir untuk rakyat, bukan hanya dalam latihan perang, tetapi dalam membangun peradaban desa,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan warga serta mendukung konektivitas antar wilayah di Kota Bandar Lampung.
