Model ini dipuji sebagai RX-7 terbaik dengan mesin 13B twin-turbo yang mampu menghasilkan tenaga besar, akselerasi impresif, serta desain aerodinamis yang ikonik.
Ketiga generasi RX-7 mempertahankan konfigurasi front mid-engine dan penggerak roda belakang.
Tata letak ini menghasilkan distribusi bobot yang seimbang dan handling yang lincah, menjadi salah satu alasan utama RX-7 digemari penggemar mobil sport di seluruh dunia.
Mazda RX-7 identik dengan karakter mesin yang responsif dan mampu berputar hingga putaran tinggi.
Khusus generasi FD, tenaga yang dihasilkan berkisar antara 239 hingga 280 horsepower tergantung versi dan pasar. Kecepatan puncaknya dapat menembus sekitar 255 km/jam pada varian paling bertenaga.
Keunggulan mesin rotary terletak pada bobot yang ringan dan pusat gravitasi rendah, membuat RX-7 terasa stabil di tikungan dan agresif saat berakselerasi.
Meski konsumsi bahan bakar dan emisinya tidak seefisien mesin modern, sensasi berkendara yang ditawarkan tetap menjadi daya tarik utama.
Tidak hanya di jalan raya, Mazda RX-7 juga mencatat prestasi di lintasan balap internasional. Mobil ini tampil kompetitif di berbagai ajang, termasuk seri IMSA dan balapan ketahanan bergengsi.
Keberhasilannya di dunia balap semakin mengukuhkan reputasi RX-7 sebagai mobil sport sejati.
RX-7 juga menjadi ikon budaya otomotif global melalui kemunculannya dalam film, serial, dan game balap.
Popularitas ini membuat RX-7 dikenal luas oleh generasi muda dan memperkuat statusnya sebagai mobil legendaris.
Produksi Mazda RX-7 resmi dihentikan pada 2002 setelah hampir 25 tahun berkiprah. Faktor regulasi emisi dan perubahan tren industri menjadi alasan utama berakhirnya model ini.