BANDAR LAMPUNG — Honda CB Gelatik merupakan salah satu sepeda motor klasik legendaris yang lahir dari lini Honda pada awal era 1970-an.
Pada masanya, motor ini menjadi simbol gaya dan prestise berkendara di jalanan Indonesia, sekaligus mencerminkan citra motor sport yang modern dan berkelas.
Nama “Gelatik” sejatinya merupakan julukan populer di kalangan pecinta motor klasik.
Sebutan tersebut melekat pada varian Honda CB100 K2, yang diproduksi pada rentang 1972 hingga 1975 sebagai bagian dari seri Honda CB100.
Desainnya dikenal simpel namun tetap elegan, sesuai dengan karakter motor sport ringan pada zamannya.
Honda CB Gelatik dibekali mesin berkapasitas 99 cc dengan konfigurasi satu silinder 4 tak OHC yang terkenal tangguh.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan serta sistem pengapian platina, yang kala itu menjadi standar motor sport.
Kombinasi ini menghasilkan performa yang responsif dan stabil, terutama untuk penggunaan di kecepatan menengah.
Dari sisi desain, CB Gelatik mengusung rangka full-besi dengan bodi minimalis yang mudah dirawat. Tangki bensin ramping dengan pilihan warna khas menjadi ciri visual yang mudah dikenali.
Julukan “Gelatik” dipercaya muncul karena bentuk tangki dan kombinasi warnanya yang dianggap menyerupai burung gelatik, sehingga nama tersebut lebih dikenal dibandingkan penamaan resminya.
Popularitas Honda CB Gelatik kembali meningkat setelah tampil dalam film Dilan 1990. Motor ini digunakan sebagai tunggangan karakter utama, sehingga memunculkan kembali tren motor klasik di kalangan generasi muda.
Sejak saat itu, CB Gelatik tidak lagi sekadar kendaraan lawas, melainkan simbol gaya hidup retro dan nostalgia era tertentu.