"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian sejak pemerintahan Presiden Prabowo semakin memperkuat pengawalan program kedaulatan pangan, mulai dari proses produksi hingga pascapanen.
Menurutnya, pendampingan tersebut mampu memastikan distribusi pupuk berjalan lancar, jadwal tanam lebih tepat, serta membantu menjaga stabilitas harga hasil panen di tingkat petani.
"Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri," ujarnya.
Gubernur Mirza menambahkan, Pemerintah Daerah juga terus mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi salah satu persoalan utama sektor pertanian di Lampung.
"Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Kami terus mendorong percepatan perbaikan irigasi yang selama ini belum terselesaikan. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani," ujar Gubernur Mirza.