Pada masa kejayaannya, Mercury Cougar tersedia dengan berbagai pilihan mesin V8, mulai dari kapasitas 289 cubic inch hingga mesin legendaris 427 cubic inch yang mampu menghasilkan tenaga besar.
Performa tersebut menjadikan Cougar tidak hanya unggul dari sisi kenyamanan, tetapi juga mampu bersaing dengan berbagai muscle car Amerika lainnya.
Beberapa varian bahkan sempat tampil dalam ajang balap Trans-Am maupun drag race, yang semakin memperkuat reputasi Mercury Cougar sebagai mobil sport berperforma tinggi.
Memasuki era 1970-an, Mercury mengubah konsep Cougar menjadi personal luxury car.
Ukuran bodinya dibuat lebih besar, ruang kabin semakin lapang, serta berbagai fitur kenyamanan mulai menjadi fokus utama pengembangannya.
Transformasi tersebut terus berlanjut hingga dekade 1980-an dan pertengahan 1990-an.
Pada periode ini, Mercury Cougar berbagi platform dengan Ford Thunderbird dan lebih ditujukan bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara dibanding performa agresif.
Setelah sempat vakum pada model tahun 1998, Mercury kembali menghadirkan Cougar pada 1999 dengan konsep yang sepenuhnya baru.
Mobil ini berubah menjadi sport compact hatchback berpenggerak roda depan dengan bahasa desain New Edge Design yang futuristis.
Generasi terakhir ditawarkan dengan dua pilihan mesin, yakni mesin 2.0 liter Zetec empat silinder serta 2.5 liter Duratec V6 yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 170 hp.
Meski tampil modern, penjualannya tidak mampu menyamai kesuksesan generasi sebelumnya. Akibatnya, Ford menghentikan produksi Mercury Cougar pada 2002.
Mercury Cougar tetap menjadi salah satu mobil klasik favorit berkat sejumlah keunggulan yang dimilikinya.