BANDAR LAMPUNG – Dinamika harga pangan di tingkat produsen mulai menunjukkan pergerakan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan harga beras di pasaran masih relatif stabil dan belum mengalami lonjakan signifikan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga pangan secara berkala melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (SIAGABAPOK).
Berdasarkan hasil pemantauan selama periode 18 Agustus hingga hari ini, harga beras kategori medium maupun premium masih berada dalam kondisi terkendali.
"Untuk beras medium rata-rata berada di kisaran Rp12.414 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp16.316 per kilogram. Sampai saat ini belum ada kenaikan harga yang signifikan di Bandar Lampung," ujar Erwin Sabtu 5 September 2026.
Erwin menjelaskan, Pemkot Bandar Lampung terus memperketat pengawasan terhadap komoditas pangan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga gabah di tingkat pabrik penggiling.
Selain melakukan pemantauan harga, Dinas Perdagangan juga memperkuat koordinasi lintas instansi, terutama dengan Perum Bulog. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Erwin, stok beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk mencegah potensi kenaikan harga lebih lanjut, Pemkot Bandar Lampung bersama Perum Bulog juga memperluas penetrasi pasar hingga ke tingkat kecamatan.
"Kami sedang melakukan penetrasi pasar dengan menjual beras dan minyak goreng di tingkat kecamatan agar harga tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," pungkasnya.