BANDAR LAMPUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung pada 17 Juni 2026 menjadi momentum refleksi penting terhadap arah dan kualitas pembangunan yang telah berjalan.
Di usia yang semakin matang sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung dituntut tidak hanya menonjolkan kemajuan fisik, tetapi juga memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata.
Pandangan tersebut disampaikan Asroni Paslah, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih patut diapresiasi, mulai dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan kawasan perkotaan, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.
Namun demikian, Asroni menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota tidak seharusnya berhenti pada seremoni.
Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi untuk menilai sejauh mana pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga.
“Pertanyaan mendasarnya adalah apakah pembangunan yang dilakukan sudah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan merata, terutama dalam aspek pendidikan dan kesehatan sebagai hak dasar warga,” ujarnya.
Asroni menjelaskan, dalam perspektif pembangunan modern, keberhasilan sebuah daerah tidak semata diukur dari laju pertumbuhan ekonomi atau banyaknya infrastruktur yang dibangun.
Teori Human Development menempatkan manusia sebagai tujuan utama pembangunan.
Artinya, kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat menjadi indikator kunci keberhasilan pembangunan.
Dalam konteks pemerintahan daerah, pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan bukan sekadar program, melainkan kewajiban konstitusional negara yang harus dijamin dari sisi ketersediaan, akses, dan kualitas layanan.
Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung dinilai memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjadi wajah terbaik pelayanan publik di Provinsi Lampung.
