Harga Emas Dunia Menguat Dipicu Aksi Bargain Hunting, Ketidakpastian Geopolitik Masih Membayangi

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,82% ke level US$4.758,4 per ons troi.
Arif Setiawan - Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:28 WIB
Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia kembali menguat setelah aksi bargain hunting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia kembali menguat setelah aksi bargain hunting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat. - Poto ilustrasi

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Harga emas dunia kembali menguat setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan. Penguatan ini didorong oleh aksi beli investor yang memanfaatkan penurunan harga (bargain hunting) di tengah masih tingginya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga emas spot ditutup naik 0,42% menjadi US$4.740,15 per ons troi. Pada awal perdagangan, logam mulia bahkan sempat menguat hingga 1% setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Maret.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,82% ke level US$4.758,4 per ons troi.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan penguatan harga emas dipicu oleh aksi beli investor setelah koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Menurutnya, pelaku pasar memanfaatkan pelemahan harga sebagai momentum untuk kembali masuk ke pasar.

Advertisements

"Investor memanfaatkan momentum pelemahan harga untuk masuk kembali ke pasar."

Sentimen geopolitik juga masih menjadi perhatian utama. Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai jadwal dimulainya kembali perundingan damai antara kedua negara.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga meningkat setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kembali terganggu akibat serangan drone Israel yang dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang di Lebanon.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai harga emas memperoleh dukungan dari harapan meredanya ketegangan di Selat Hormuz. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa situasi masih sangat rapuh sehingga ketidakpastian tetap membayangi pergerakan pasar.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Secara keseluruhan, harga emas telah terkoreksi sekitar 11% sejak pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi turut memberikan tekanan terhadap pasar logam mulia.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbunga.

Dari sisi kebijakan moneter, calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan tidak pernah memberikan janji kepada Presiden Donald Trump terkait pemangkasan suku bunga. Ia menyatakan akan tetap menjaga independensi bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter, meski terbuka terhadap berbagai reformasi yang lebih luas.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,35% menjadi US$77,72 per ons. Harga platinum menguat 1,92% ke level US$2.079,47 per ons, sedangkan paladium turun tipis 0,03% menjadi US$1.550,02 per ons.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements