Pengaruh Software dan Kebiasaan Pengguna
Optimalisasi sistem operasi dan aplikasi turut berperan penting dalam menjaga efisiensi baterai.
Aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat terus menguras daya tanpa disadari pengguna. Karena itu, produsen smartphone rutin menghadirkan pembaruan sistem untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi.
Selain faktor perangkat lunak, pola penggunaan harian juga sangat menentukan ketahanan baterai.
Ponsel yang hanya digunakan untuk aktivitas ringan seperti berkirim pesan atau membaca email tentu akan bertahan lebih lama dibanding perangkat yang dipakai bermain game online berjam-jam.
Realme C100 Bawa Baterai 8.000 mAh
Sebagai contoh penerapan teknologi baterai modern, Realme C100 hadir membawa baterai jumbo berkapasitas 8.000 mAh.
Smartphone ini ditenagai chipset Helio G92 Max yang diklaim mampu menghadirkan efisiensi daya lebih optimal untuk penggunaan harian.
Menariknya, meski membawa baterai besar, desain bodinya tetap ramping berkat penggunaan material karbon silikon.
Dalam pengujian, perangkat ini disebut mampu digunakan menonton video hingga 35 jam nonstop. Aktivitas scrolling media sosial juga diklaim bisa bertahan hingga 20 jam penggunaan.
Dukungan Fast Charging dan Daya Tahan Jangka Panjang
Untuk mendukung baterai berkapasitas besar, Realme C100 turut dibekali teknologi pengisian cepat 45W.
Pengisian daya hingga 50 persen disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 47 menit. Sementara pengisian penuh memerlukan waktu sekitar 1 jam 47 menit.
Produsen juga mengklaim kesehatan baterai perangkat tetap terjaga hingga tujuh tahun penggunaan dengan kapasitas minimum berada di atas 80 persen.
Pada akhirnya, kapasitas baterai bukan lagi satu-satunya indikator utama ketahanan daya smartphone. Kombinasi chipset efisien, layar hemat energi, software optimal, serta pola penggunaan pengguna menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa lama sebuah ponsel mampu bertahan digunakan sepanjang hari.