Mukhlis Basri Dorong Nelayan Manfaatkan Informasi Cuaca BMKG Demi Keselamatan Melaut

Mukhlis Basri mengapresiasi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG di Pesisir Barat sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan.
Yayan Prantoso - Kamis, 06 Agt 2026 - 16:35 WIB
Anggota DPR RI Mukhlis Basri membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG di Pesisir Barat.
Anggota DPR RI Mukhlis Basri membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG di Pesisir Barat. - Foto Yayan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Tingginya potensi gelombang di perairan barat Lampung masih menjadi tantangan bagi para nelayan setiap kali melaut. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga memengaruhi produktivitas hasil tangkapan. Karena itu, kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi cuaca menjadi kebutuhan penting yang tidak dapat diabaikan.

Sebagai upaya meningkatkan literasi cuaca bagi masyarakat pesisir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Pelatihan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Family Losmen, Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (6/8).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Anggota DPR RI Drs. Hi. Mukhlis Basri dan dihadiri Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah Pesisir Barat Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Tangerang Selatan Ana Octavian Setiawati, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Mukhlis Basri mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki karakteristik gelombang laut cukup tinggi. Menurutnya, pemahaman terhadap informasi cuaca akan membantu nelayan mengambil keputusan yang tepat sebelum berangkat melaut.

Advertisements

"Dengan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini diharapkan para nelayan dalam melakukan aktivitas bisa memanfaatkan alat yang dimiliki BMKG terkait perkiraan cuaca," kata Mukhlis.

Ia berharap informasi prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG semakin akurat sehingga dapat menjadi pedoman bagi nelayan dalam menentukan waktu maupun lokasi penangkapan ikan. Ketepatan informasi tersebut, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada keselamatan pelayaran, tetapi juga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.

"Mudah-mudahan perkiraan cuaca BMKG hasilnya tidak terlalu jauh dengan kejadiannya. Dengan begitu nelayan bisa terbantu dalam mencari nafkah sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan di laut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Octavian Setiawati, menjelaskan bahwa kegiatan di Kabupaten Pesisir Barat tidak hanya mencakup Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, tetapi juga Sekolah Lapang Gempa.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

"Kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya BMKG meningkatkan literasi masyarakat terhadap informasi meteorologi, klimatologi, dan kebencanaan," jelasnya.

Menurut Ana, BMKG selama ini telah menyediakan berbagai layanan informasi yang dapat diakses masyarakat. Namun, pemanfaatannya oleh kalangan nelayan masih perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan secara langsung.

"Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini BMKG memberikan tambahan pengetahuan kepada para nelayan agar mampu memanfaatkan informasi dari BMKG secara optimal," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INAWIS) yang dirancang untuk mendukung aktivitas pelayaran dan sektor perikanan. Aplikasi ini menyediakan berbagai informasi penting yang dapat diakses nelayan sebelum melaut.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements