Sebulan Belajar di Hutan, Mahasiswa Unila Perdalam Konservasi di TNBBS

Lima mahasiswa Unila menjalani magang selama sebulan di TNBBS dan terlibat langsung dalam patroli, pemulihan ekosistem, hingga pemantauan satwa.
Edi Prasetya - Minggu, 09 Agt 2026 - 16:09 WIB
Lima mahasiswa Kehutanan Unila memperkuat pengalaman konservasi melalui magang di Resor Balik Bukit TNBBS
Lima mahasiswa Kehutanan Unila memperkuat pengalaman konservasi melalui magang di Resor Balik Bukit TNBBS - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Kepala Resor TNBBS Balik Bukit, Supriatna, menyambut baik pelaksanaan program magang tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di lapangan menjadi bagian penting dalam memperkenalkan dunia konservasi kepada calon generasi penerus bidang kehutanan.

“Kami selalu dengan senang hati menerima kedatangan mahasiswa yang suatu hari nanti mungkin akan menjadi penerus kelestarian hutan kita. Bekal yang didapat di sini bisa menjadi bekal untuk perjalanan mereka ke depannya,” ujar Supriatna.

Ia menilai pengalaman langsung di kawasan konservasi memberikan pemahaman berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan di lingkungan kampus.

Menurutnya, mahasiswa dapat melihat bagaimana teori yang diperoleh selama perkuliahan diterapkan dalam kondisi nyata. Hal itu mencakup pengamanan kawasan, pemulihan ekosistem, pemantauan keanekaragaman hayati hingga pengelolaan wisata alam.

Advertisements

Program tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan pengelola kawasan konservasi. Kolaborasi semacam itu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

Bagi mahasiswa, pengalaman selama satu bulan di Resor Balik Bukit diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban akademik. Berbagai aktivitas lapangan yang dijalani dapat menjadi modal untuk memahami tantangan nyata dalam pengelolaan hutan dan kawasan konservasi.

Pada akhirnya, program magang tersebut menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori kehutanan dengan realitas pengelolaan kawasan di lapangan. Mulai dari patroli, pembibitan, pemanfaatan kamera jebak, pemetaan hingga pengamatan tumbuhan langka, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang dapat memperkuat kompetensi sebagai calon profesional kehutanan dan konservasi.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements