BANDAR LAMPUNG – WhatsApp tengah menguji desain antarmuka terbaru dengan konsep liquid glass yang menghadirkan efek transparan dan kedalaman visual pada tampilan aplikasi.
Header atas dan panel navigasi kini terlihat tembus pandang. Latar belakang obrolan atau wallpaper akan membayang halus di balik elemen tersebut, menciptakan ilusi ruang tiga dimensi yang lebih hidup.
Efek ini membuat tampilan aplikasi tidak lagi terasa datar seperti desain material lama. Konsep liquid glass menghadirkan kesan organik, dinamis, dan lebih modern saat digunakan.
Desain Lama Ditinggalkan, Tampilan Lebih Personal
Selama ini, WhatsApp identik dengan penggunaan warna solid pada header, seperti hijau tua di mode terang atau abu-abu gelap saat mode malam.
Meski fungsional, pendekatan ini dinilai kurang menarik secara visual. Kini, desain tersebut mulai ditinggalkan.
Melalui sistem liquid glass, header obrolan akan menyesuaikan warna dari wallpaper yang digunakan pengguna. Hasilnya, tampilan menjadi lebih personal dan fleksibel.
Jika pengguna memakai wallpaper berwarna cerah atau gradasi, maka elemen antarmuka akan ikut memantulkan nuansa tersebut.
Efek Frosted Glass Bikin Nyaman di Mata
Keunggulan utama desain ini terletak pada efek frosted glass atau kaca buram. Sistem secara otomatis memburamkan latar belakang tanpa mengganggu keterbacaan teks dan ikon.
Algoritma kontras yang digunakan menjaga keseimbangan antara estetika dan fungsi. Pengguna tetap nyaman membaca pesan panjang tanpa merasa lelah.
Desain ini juga mengikuti tren global yang sebelumnya populer di berbagai sistem operasi modern.
Performa Tetap Ringan dan Efisien
Meski tampil dengan animasi halus, banyak pengguna khawatir efek ini akan membebani performa perangkat.
Namun, pengembang telah mengoptimalkan fitur ini agar tetap ringan. Efek blur dan transparansi dirancang agar tidak membebani RAM maupun prosesor.