Menurutnya, setiap tindakan anggota di lapangan harus dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur serta tetap berada dalam koridor prosedur yang telah ditetapkan.
Kesiapan personel, kata Herbin, menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pengamanan aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif.
Di sisi lain, pengamanan juga harus tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Jalankan tugas sesuai prosedur. Utamakan pendekatan yang humanis dan profesional. Penggunaan kekuatan harus dilakukan secara terukur sesuai ketentuan,” katanya.
Melalui latihan tersebut, Polresta Bandar Lampung berharap kemampuan personel dalam menghadapi berbagai skenario pengamanan massa semakin terasah.
Latihan juga diarahkan untuk memperkuat kekompakan, disiplin, kemampuan teknis, serta kesiapan mental personel ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
Dengan kesiapan yang lebih baik, Polresta Bandar Lampung menargetkan setiap pengamanan aksi unjuk rasa dapat dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan penggunaan kekuatan secara terukur sesuai ketentuan.