Menariknya, performa single-core tetap terasa responsif ketika laptop digunakan dengan baterai maupun charger USB-C 100W. Navigasi sistem tetap lancar tanpa penurunan responsivitas yang berarti.
Armory Crate Kini Lebih Fleksibel
Asus turut memperbarui Armory Crate pada Zephyrus G16 2026. Manual Mode kini menyediakan sejumlah pengaturan baru untuk mengatur distribusi daya dan temperatur.
Salah satunya adalah CPU Temperature Limit yang memungkinkan pengguna menentukan batas temperatur CPU. Dengan pengaturan tersebut, suhu prosesor dapat dikontrol agar tidak mencapai level ekstrem.
Ada pula Crossloading Processor Power yang mengatur pembagian daya antara CPU dan GPU berdasarkan kebutuhan beban kerja.
Fitur berikutnya adalah GPU to CPU Dynamic Boost. Ketika GPU tidak menggunakan seluruh alokasi dayanya, CPU dapat memperoleh tambahan daya hingga 10 Watt untuk membantu mempertahankan performa pemrosesan.
RTX 5080 Mendapat TGP hingga 160W
Peningkatan terbesar juga terlihat pada sektor grafis. Varian RTX 5080 pada Zephyrus G16 2026 memiliki batas daya GPU hingga 160W.
Angka tersebut hanya berjarak sekitar 15W dari sejumlah laptop gaming berukuran besar yang mengutamakan performa desktop-class.
Sementara varian RTX 5070 Ti mampu berjalan pada TGP hingga 140W tanpa pembatasan daya yang berarti.
Bagi pengguna yang gemar melakukan eksperimen hardware, BIOS GPU pada laptop ini juga dapat di-flash menggunakan V-BIOS Razer Blade 16. Modifikasi tersebut memungkinkan RTX 5080 mencapai daya hingga 175W sekaligus mempertahankan dukungan G-Sync dan output display.
Namun, peningkatan performanya relatif terbatas. Dalam pengujian, V-BIOS tersebut hanya menghasilkan peningkatan sekitar 8%.
Dengan mempertimbangkan risiko teknis dan temperatur yang lebih tinggi, konfigurasi bawaan pabrik sebenarnya sudah cukup bertenaga untuk menjalankan berbagai game AAA.