Pendinginan Mampu Menjaga Performa Tinggi
Untuk mengendalikan panas, Asus menggunakan sistem vapor chamber yang mencakup sekitar 44% area motherboard serta liquid metal sebagai material penghantar panas.
Pada skenario game yang lebih banyak membebani GPU seperti Cyberpunk 2077 dan Crimson Desert, GPU dapat berjalan stabil pada daya sekitar 155W dengan temperatur di kisaran 82 derajat Celsius.
Dalam benchmark 3DMark Time Spy, RTX 5080 pada Zephyrus G16 2026 menghasilkan skor grafis hampir 20.000 poin.
Performa tersebut bahkan disebut setara dengan RTX 5090 pada Zephyrus G16 generasi 2025 dalam pengujian tertentu.
Pada resolusi 1440p, performa gaming juga tergolong tinggi. Dalam Cyberpunk 2077 dengan pengaturan Ultra, RTX 5080 mampu menghasilkan rata-rata sekitar 105 FPS.
Kipas pada mode Turbo menghasilkan tingkat kebisingan sekitar 52 dB. Meski cukup terdengar, karakter suara kipas tidak terlalu melengking.
Area palm rest juga tetap relatif dingin sehingga masih nyaman digunakan ketika bermain game dalam durasi panjang.
RAM Solder Menjadi Kekurangan Utama
Di balik performa tinggi tersebut, Zephyrus G16 2026 memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Salah satunya adalah RAM LPDDR5X yang disolder ke motherboard sehingga tidak dapat di-upgrade.
Masalah tersebut terasa lebih signifikan pada varian RTX 5070 Ti tertentu yang hanya memiliki RAM 16GB. Kapasitas tersebut mulai terasa terbatas untuk pengguna yang menjalankan aplikasi berat, terutama content creator yang bekerja dengan software seperti DaVinci Resolve.
Jika membutuhkan RAM 32GB atau 64GB, pengguna harus memilih konfigurasi RTX 5080 tertentu atau memesan varian dengan kapasitas lebih besar melalui kanal penjualan Asus.