Harga Emas Dunia Melonjak, Harga Emas Domestik Vietnam Justru Naik Lebih Lambat

Harga cincin emas 9999 juga meningkat 600.000 VND per tael, menjadi 147,1 juta VND per tael untuk harga jual dan 144,1 juta VND per tael untuk harga beli.
Arif Setiawan - Senin, 24 Agt 2026 - 10:28 WIB
Harga emas dunia ditutup di sekitar US$4.604 per ons, sementara kenaikan harga emas domestik Vietnam masih relatif lambat sehingga membuat investor mulai mempertanyakan pergerakannya.
Harga emas dunia ditutup di sekitar US$4.604 per ons, sementara kenaikan harga emas domestik Vietnam masih relatif lambat sehingga membuat investor mulai mempertanyakan pergerakannya. - Poto ilustrasi

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Di sisi lain, masyarakat yang memiliki dana menganggur juga cenderung menyimpan uang di rekening tabungan daripada membeli emas. Faktor lainnya adalah investor masih menunggu arah tren pasar yang lebih jelas sebelum kembali memasukkan modal.

Menurutnya, kondisi pasar dapat berubah apabila harga emas dan perak terus menunjukkan tren kenaikan selama beberapa pekan ke depan. Dalam kondisi tersebut, "keserakahan" berpotensi mengalahkan "ketakutan" sehingga aliran dana kembali masuk ke pasar emas dan perak.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan surat kabar Tuoi Tre, pakar Tran Duy Phuong juga menyatakan bahwa salah satu alasan harga emas domestik tidak mengikuti kenaikan harga emas dunia adalah lemahnya daya beli.

Penurunan harga emas yang terus-menerus selama enam bulan terakhir telah menyebabkan kerugian besar bagi mereka yang memegang emas pada harga tinggi, jadi meskipun harga emas naik lagi, para pembeli masih ragu-ragu

Advertisements

"Daya beli masyarakat sudah lemah, dan sekarang, di bulan ketujuh kalender lunar, yang populer dikenal sebagai 'bulan roh pengembara', transaksi menjadi semakin lambat. Sementara itu, suku bunga bank telah meningkat, sehingga masyarakat cenderung memilih untuk menyimpan uang mereka di rekening tabungan," kata Bapak Phuong.

Sementara itu, harga emas dunia sempat menyentuh US$4.631 per ons pada pekan lalu. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku pasar mencermati kemungkinan terjadinya koreksi dalam waktu dekat.

Terkait prospek harga emas pekan depan, pakar Tran Duy Phuong memperkirakan harga emas dunia masih memiliki peluang melanjutkan tren kenaikan setelah melalui fase koreksi.

Ia menilai harga emas dunia telah meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada pekan sebelumnya sehingga diperlukan koreksi sebelum harga kembali melanjutkan tren kenaikan menuju US$4.888 per ons pada akhir tahun.

Advertisements

"Saat ini, kemungkinan Federal Reserve AS (Fed) menaikkan suku bunga sangat rendah, dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mendukung tren kenaikan harga emas. Namun, karena harga emas dunia telah meningkat sebesar US$650 per ons pada bulan Agustus, koreksi sekitar US$200 per ons mungkin terjadi.

Minggu depan, setelah naik di atas US$4.678 per ons, harga emas akan mengalami aksi ambil untung, turun ke sekitar US$4.450 per ons sebelum naik lagi pada bulan September," prediksi Bapak Tran Duy Phuong.

Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa investor perlu mencermati volatilitas harga emas dunia sekaligus perkembangan daya beli dan suku bunga di dalam negeri. Perbedaan pergerakan antara harga global dan domestik juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements