Mesin tersebut menggunakan konstruksi SOHC, pendingin udara, dan sistem bahan bakar karburator.
Tenaganya memang tidak besar jika dibandingkan motor modern, tetapi karakter mesinnya dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Sejumlah sumber mencatat output Astrea Grand berada di kisaran 7,3 PS, dengan torsi sekitar 7 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi empat percepatan rotary.
Kombinasi mesin kecil dan bobot kendaraan yang relatif ringan membuat Astrea Grand memiliki karakter berkendara yang sederhana dan mudah dikendalikan.
Efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi salah satu alasan Astrea Grand begitu disukai masyarakat.
Pengujian pada era peluncurannya bahkan mencatat konsumsi sekitar 60 kilometer per liter dalam kondisi tertentu.
Kemampuan tersebut menjadi nilai jual penting pada era ketika efisiensi bahan bakar menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih kendaraan.
Dengan mesin berkapasitas kecil, konstruksi sederhana, dan bobot yang relatif ringan, Astrea Grand cocok digunakan untuk berbagai aktivitas.
Honda Astrea Grand tidak menawarkan desain futuristis. Justru kesederhanaannya menjadi salah satu karakter paling kuat.
Bodi ramping, lampu depan sederhana, jok panjang, pelek jari-jari, serta sayap khas motor bebek membuatnya mudah dikenali.
Pada generasi awal, lampu belakang membulat menjadi ciri utama. Setelah mendapatkan penyegaran pada pertengahan 1990-an, desain buritan berubah menjadi lebih tajam dengan tambahan elemen bergaya ducktail.
Perubahan tersebut membuat Astrea Grand memiliki beberapa karakter visual berdasarkan tahun produksinya.