BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang masih melanda sejumlah wilayah akibat kemarau.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan Pemkot Bandar Lampung akan membangun sumur bor di lima kecamatan yang terdampak kekeringan.
Menurut Eva, pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama di kawasan yang mengalami krisis air.
"Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak," kata Eva Dwiana, Rabu 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Pemkot Bandar Lampung saat ini masih melakukan kajian untuk menentukan lokasi pembangunan sumur bor yang dinilai paling strategis.
Setiap wilayah yang terdampak direncanakan memiliki dua hingga tiga titik sumur bor. Prioritas pembangunan akan diberikan kepada kawasan permukiman padat penduduk yang membutuhkan pasokan air bersih.
Eva mengatakan penentuan lokasi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung.
Selain pembangunan sumur bor dalam waktu dekat, Pemkot Bandar Lampung juga menyiapkan rencana pengadaan hingga 50 titik sumur bor baru pada tahun mendatang.
Rencana tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengantisipasi krisis air bersih di sejumlah wilayah Bandar Lampung, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Sementara itu, meski beberapa wilayah Bandar Lampung mulai diguyur hujan, bantuan air bersih dari pemerintah tetap diarahkan kepada masyarakat yang masih terdampak kekeringan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan distribusi bantuan air bersih akan difokuskan ke wilayah yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Bandar Lampung tidak hanya mengandalkan bantuan air bersih untuk menangani kondisi darurat, tetapi juga menyiapkan infrastruktur berupa sumur bor sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dalam jangka panjang.