LAMPUNG BARAT – Ancaman kekeringan mulai membayangi ratusan hektare lahan persawahan di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Kondisi ini dikhawatirkan petani karena sebagian sawah telah memasuki masa tanam, sementara ketersediaan sumber air terus menyusut.
Di Pekon Sumber Agung, sekitar 100 hektare sawah tadah hujan selama ini mengandalkan pasokan air dari Danau Lebar. Namun, menyusutnya sumber air membuat petani mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pengairan tanaman.
Kondisi serupa terjadi di Pekon Tugu Ratu. Sekitar 25 hingga 30 hektare areal persawahan di wilayah tersebut juga terancam kekeringan karena debit sumber air yang dimanfaatkan petani terus mengecil.
Persoalan ini menjadi semakin serius karena sebagian lahan sudah memasuki masa tanam. Jika pasokan air tidak segera tersedia, pertumbuhan tanaman dikhawatirkan terganggu hingga berujung pada ancaman gagal panen.
Salah seorang petani, Rizal, mengatakan kondisi kekurangan air paling dirasakan petani di Pekon Sumber Agung. Menurut dia, sekitar 100 hektare sawah di wilayah tersebut selama ini bergantung pada pasokan air dari Danau Lebar.
Namun, pasokan air kini semakin terbatas setelah dilakukan penyudetan. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan mencukupi kebutuhan air untuk mengairi sawah yang telah mulai ditanami.
“Sekitar 100 hektare sawah di Sumber Agung selama ini mengandalkan air dari Danau Lebar. Sekarang kondisi airnya sudah berkurang karena sudah dilakukan penyudetan,” ujar Rizal.
Menurutnya, persoalan tersebut cukup mengkhawatirkan karena sebagian petani telah melakukan penanaman. Jika hujan belum turun dan tidak ada tambahan sumber air dalam waktu dekat, tanaman dikhawatirkan tidak dapat tumbuh secara optimal.
“Kalau air terus mengecil sementara hujan belum turun, kami jelas khawatir. Tanaman sudah mulai ditanam, jadi kebutuhan air sangat penting,” katanya.
Ancaman kekeringan juga membayangi lahan persawahan di Pekon Tugu Ratu. Rizal menyebut sekitar 25 hingga 30 hektare sawah di wilayah itu terancam kekurangan air akibat sumber air yang selama ini dimanfaatkan petani terus menyusut.
“Di Tugu Ratu juga ada sekitar 25 sampai 30 hektare yang terancam. Sumber airnya semakin kecil, sementara sawah sudah membutuhkan air,” ujarnya.
Rizal berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi yang dihadapi petani. Menurut dia, diperlukan solusi pengairan agar tanaman yang sudah ditanam tidak mengalami kekeringan.