PESISIR BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar). Dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesbar mencatat sedikitnya 12 kejadian kebakaran lahan dengan total luasan mencapai sekitar 2.900 meter persegi atau 0,29 hektare.
Kepala BPBD Pesbar Herdi Wilismar, S.H., M.M., mengatakan rangkaian kejadian tersebut tercatat sejak 13 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan dengan kondisi lahan yang relatif kering. Sebagian besar kejadian diduga berkaitan dengan aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah, pembukaan lahan, hingga puntung rokok yang memicu api menjalar ke vegetasi di sekitarnya.
“Catatan BPBD menunjukkan, kejadian pertama terjadi pada 13 Juli di Pekon Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara, dengan luasan sekitar 200 meter persegi. Kebakaran diduga dipicu puntung rokok,” katanya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selanjutnya, pada 21 Juli, kebakaran terjadi di pekarangan SMA Ngambur dengan luas sekitar 200 meter persegi. Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah.
Pada 25 Juli, dua kebakaran terjadi di Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah. Kebakaran pertama berada di sekitar STIT Multazam dengan luasan sekitar 100 meter persegi, sedangkan kejadian berikutnya terjadi di depan SMK Pelayaran Pekon Rawas dengan luas sekitar 500 meter persegi.
“Kedua kebakaran tersebut dapat ditangani oleh tim pemadam kebakaran sehingga tidak berkembang lebih luas,” ungkapnya.
Kebakaran kembali terjadi pada 28 Juli di belakang SMAN 1 Ngambur dengan luasan sekitar 300 meter persegi. Peristiwa tersebut diduga disebabkan puntung rokok.
Petugas merespons sekitar lima menit setelah menerima laporan dan melakukan penanganan selama kurang lebih satu jam dengan melibatkan delapan personel pemadam kebakaran. Tidak ada kerugian materi dalam kejadian tersebut.
Memasuki Agustus, kejadian karhutla masih berlanjut. Pada 3 Agustus, kebakaran terjadi di Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, dengan luas sekitar 200 meter persegi akibat aktivitas pembukaan lahan.
“Kemudian pada 3 Agustus, kebakaran terjadi di Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, dengan luas sekitar 200 meter persegi akibat aktivitas pembukaan lahan,” jelasnya.
Sehari kemudian, lahan di depan Gedung Pemkab Pesbar terbakar dengan luas sekitar 150 meter persegi. Kebakaran tersebut dipicu pembakaran sampah secara sembarangan.