Berdasarkan keterangan awal saksi, kobaran api terlihat berasal dari area lahan kosong. Namun, polisi belum memastikan sumber maupun penyebab kebakaran tersebut.
“Dari keterangan saksi, api terlihat berasal dari lahan kosong. Karena kondisi rumput kering, api cepat merembet. Untuk penyebab pastinya masih kami lakukan pendalaman,” ujarnya.
Polisi telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
Menyusul kejadian tersebut, Putri mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi cuaca panas dan vegetasi di lahan dalam keadaan kering.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan menggunakan api karena kobaran kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Api kecil bisa cepat membesar ketika mengenai rumput kering, apalagi dekat dengan permukiman,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kesigapan warga serta koordinasi antara kepolisian, pemerintah setempat, Damkar, dan unsur terkait dalam menangani kebakaran tersebut.
“Koordinasi yang cepat sangat penting. Berkat respons warga, polisi, pemerintah setempat dan Damkar, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas,” pungkasnya.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.
Hingga sore hari, petugas bersama warga masih memantau lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan menyebabkan kebakaran susulan.