PESISIR BARAT – Setelah tiga hari dinyatakan hilang di perairan Way Haru, Suroso (43), nelayan asal Pemangku Way Napal, Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh nelayan di sekitar Muara Canguk, Pekon Pemerihan, Kecamatan Bangkunat, Sabtu (22/8) sekitar pukul 08.00 WIB.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan sejak Kamis (20/8). Suroso sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu jukung Sepanas Ujung yang ditumpanginya bersama rekannya, Herwandi, terbalik akibat dihantam gelombang di perairan Way Haru.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat, Herdi Wilismar, S.H., M.M., membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, informasi diterima setelah nelayan yang berada di sekitar Muara Canguk menemukan jasad Suroso pada Minggu pagi.
“Benar, korban sudah ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh nelayan di sekitar Muara Canguk, Pekon Pemerihan. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Herdi, Minggu (22/8).
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga. Identitas korban dipastikan sebagai Suroso, nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam kecelakaan laut di perairan Way Haru.
“Korban langsung dievakuasi dan sudah dibawa ke rumah duka bersama keluarga,” jelasnya.
Sebelumnya, kecelakaan laut terjadi Kamis (20/8) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Suroso bersama Herwandi berangkat melaut menggunakan perahu jukung Sepanas Ujung.
Keduanya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Way Haru sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelum melaut, keduanya sempat mengecek kondisi gelombang.
Namun, saat perahu memasuki jalur keluar-masuk pelabuhan, gelombang langsung menerjang. Dua hempasan gelombang pertama masih dapat dilewati. Akan tetapi, gelombang berikutnya yang diperkirakan mencapai tiga meter membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
“Herwandi berhasil menyelamatkan diri setelah terombang-ambing di laut selama kurang lebih tiga jam. Ia kemudian berenang menuju daratan dan berhasil mencapai pantai dalam kondisi selamat. Sementara Suroso tidak terlihat setelah perahu terbalik sehingga dinyatakan hilang,” jelasnya.
Sejak kejadian tersebut, pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan. Pada hari pertama, operasi pencarian melalui laut menghadapi kendala karena kondisi cuaca dan gelombang yang masih besar.
BPBD Pesisir Barat kemudian berkoordinasi dengan Pos SAR Tanggamus untuk memperkuat upaya pencarian. Selain melibatkan tim SAR dan aparat terkait, pencarian juga mendapat dukungan dari perangkat pekon serta masyarakat nelayan setempat.