Sejumlah dokumentasi kolektor mencatat sekitar 132 unit limusin Chrysler Imperial Ghia dibuat selama masa kerja sama tersebut, meskipun angka produksi dapat berbeda bergantung pada klasifikasi model dan catatan masing-masing kolektor.
Pada tahun terakhir kerja sama, produksi juga semakin terbatas.
Tahun 1965 menjadi salah satu penutup era limusin eksklusif hasil perpaduan industri otomotif Amerika dan keahlian karoseri Italia tersebut.
Kelangkaan inilah yang membuat Chrysler Imperial Ghia memiliki posisi istimewa di pasar mobil koleksi.
Meski bodinya mendapatkan sentuhan besar dari Italia, Chrysler Imperial Ghia tetap mempertahankan karakter mekanis khas mobil Amerika.
Sejumlah model menggunakan mesin Chrysler Hemi, sedangkan generasi berikutnya memakai mesin V8 413 cubic inch.
Mesin berkapasitas besar tersebut memberikan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan limusin dengan dimensi dan bobot yang luar biasa.
Salah satu unit generasi akhir bahkan memiliki wheelbase sekitar 154,4 inci dengan bobot yang mencapai sekitar 7.000 pound.
Mobil tersebut mengandalkan mesin Chrysler 413 V8.
Kombinasi mesin besar Amerika dengan bodi hasil pengerjaan tangan Italia menjadikan Imperial Ghia memiliki identitas yang sulit ditiru.
Mobil ini menawarkan tenaga dan ukuran khas Amerika, tetapi dibalut kemewahan serta detail artistik yang identik dengan dunia coachbuilding Eropa.