BANDAR LAMPUNG – Dodge Coronet merupakan salah satu model penting dalam sejarah otomotif Amerika Serikat.
Mobil ini memiliki perjalanan panjang dan unik karena pada awal kemunculannya dikenal sebagai kendaraan keluarga berukuran besar, sebelum bertransformasi menjadi salah satu basis muscle car paling menarik pada era 1960-an.
Nama Coronet digunakan Dodge dalam dua periode utama, yakni 1949–1959 dan 1965–1976.
Sepanjang perjalanan tersebut, karakter Coronet berubah drastis, dari mobil full-size menjadi mid-size yang mengusung mesin-mesin V8 berkapasitas besar.
Transformasi itulah yang kemudian melahirkan varian performa seperti Dodge Coronet R/T dan Coronet Super Bee.
Keduanya membuat Coronet memiliki tempat khusus dalam sejarah kejayaan muscle car Amerika.
Nama Coronet pertama kali diperkenalkan Dodge pada 1949. Ketika itu, Coronet merupakan mobil full-size dan bahkan menempati posisi sebagai salah satu varian tertinggi dalam jajaran Dodge.
Generasi awal Coronet dibekali mesin enam silinder 230 cubic inch atau sekitar 3,8 liter dengan tenaga sekitar 103 hp.
Seiring perkembangan teknologi, Dodge mulai menawarkan mesin V8 yang jauh lebih bertenaga, termasuk keluarga mesin Red Ram Hemi.
Namun, memasuki penghujung 1950-an, posisi Coronet dalam hierarki produk Dodge mulai berubah.
Nama tersebut akhirnya dihentikan setelah model tahun 1959 dan baru kembali digunakan beberapa tahun kemudian.
Setelah absen sepanjang 1960–1964, Dodge menghidupkan kembali nama Coronet pada 1965 dengan konsep yang berbeda.