Sedekah Bumi Pekon Manggarai, Tradisi Syukur yang Terus Dijaga Warga

Sedekah Bumi di Pekon Manggarai menjadi tradisi tahunan yang mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya warisan leluhur.
Rinto Arius - Selasa, 30 Jun 2026 - 17:14 WIB
Ritual sedekah bumi masyarkat Pekon Mamggarai Kecamatan Airhitam.
Ritual sedekah bumi masyarkat Pekon Mamggarai Kecamatan Airhitam. - Foto Dok. Pekon Manggarai

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Masyarakat Pemangku Pamah Blidang, Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, kembali menggelar tradisi Sedekah Ataran atau Sedekah Bumi, Selasa (30/6/2026). Tradisi turun-temurun tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen, keselamatan, serta berbagai nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur, di antaranya anggota DPRD Lampung Barat Daerah Pemilihan (Dapil) IV Prayitno SH, Camat Air Hitam Gustian Afriza ST MM, Kepala Puskesmas Air Hitam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.

Peratin Pekon Manggarai, Sumarno, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi yang terus dipertahankan masyarakat sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi yang diperoleh, sekaligus memanjatkan doa agar kehidupan masyarakat senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Advertisements

"Sedekah Bumi merupakan warisan leluhur yang terus kami lestarikan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, keselamatan, dan nikmat yang diberikan. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat serta menjaga budaya yang menjadi identitas Pekon Manggarai," ujar Sumarno.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Hal tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, anggota DPRD Lampung Barat Prayitno SH yang akrab disapa Malik mengatakan prosesi Sedekah Bumi memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, hasil panen, dan keselamatan yang telah diberikan kepada masyarakat.

Selain menjadi ungkapan syukur, tradisi tersebut juga menjadi doa bersama agar musim panen berikutnya menghasilkan hasil yang lebih baik, masyarakat dijauhkan dari bencana, wabah penyakit, serta berbagai musibah lainnya.

Banner Parfum Shopee

Advertisements

"Tradisi ini juga bertujuan melestarikan budaya warisan leluhur, mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian dengan berbagi hasil bumi kepada sesama sebagai bentuk sedekah. Makna utamanya adalah rasa syukur, doa, dan harapan agar masyarakat selalu diberikan keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran," tandas Malik.

Pelaksanaan Sedekah Bumi di Pekon Manggarai menjadi bukti bahwa tradisi warisan leluhur masih terus dijaga oleh masyarakat. Selain memiliki nilai spiritual, tradisi ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya, mempererat kebersamaan, dan menanamkan semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements