PT Semen Baturaja Diduga Masih Beroperasi Usai Diminta DLH Lampung Hentikan Aktivitas

Pantauan di sekitar pabrik PT Semen Baturaja menemukan dugaan aktivitas mesin dan pengemasan semen masih berlangsung pasca-sanksi administratif DLH Lampung.
Krisna Jeri - Jumat, 28 Agt 2026 - 21:34 WIB
Aktivitas di sekitar pabrik PT Semen Baturaja kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan mesin dan pengemasan semen masih beroperasi dua pekan usai DLH Lampung menjatuhkan sanksi administratif terkait persoalan debu.
Aktivitas di sekitar pabrik PT Semen Baturaja kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan mesin dan pengemasan semen masih beroperasi dua pekan usai DLH Lampung menjatuhkan sanksi administratif terkait persoalan debu. - Krisna Jeri

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Salah satu area yang menjadi lokasi pembersihan berada di sekitar silo. Di lokasi itu, disebut terdapat cukup banyak tumpahan material semen yang berasal dari bagian atas bangunan.

“Ada sekitar 10 sampai 12 orang yang dipekerjakan untuk membersihkan dan memasukkan tumpahan semen tersebut ke dalam karung,” katanya.

Ia menyebut aktivitas pembersihan tersebut masih berlangsung saat petugas DLH melakukan pemeriksaan di dalam kawasan pabrik.

Meski proses pembersihan dilakukan, sumber tersebut mengklaim sejumlah mesin di dalam pabrik tetap beroperasi.

Advertisements

Salah satunya adalah mesin penggiling yang disebut masih menyala dan menjalankan proses produksi.

“Mesin penggiling di sana tetap beroperasi dan menyala. Pabrik masih terus melakukan proses produksi seperti biasa,” ujarnya.

Klaim tersebut masih berupa keterangan sumber di lapangan dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak PT Semen Baturaja maupun DLH Provinsi Lampung terkait jenis aktivitas yang diperbolehkan dan aktivitas yang harus dihentikan berdasarkan sanksi administratif yang sebelumnya diberikan.

Sumber tersebut juga menjelaskan kondisi debu di sekitar kawasan pabrik. Menurutnya, dalam kondisi normal, debu tidak selalu menyebar hingga ke kawasan permukiman warga.

Advertisements

Namun, ketika terjadi kerusakan atau gangguan pada mesin, debu semen disebut berpotensi menyebar lebih luas.

“Kalau tidak ada kerusakan atau gangguan pada mesin, debu semen hanya bertebaran di sekitar area pabrik. Kalau ada kerusakan mesin, barulah debu tersebut menyebar hingga permukiman warga,” jelasnya.

Selain gangguan pada mesin, aktivitas pemindahan bahan baku juga disebut dapat memicu munculnya debu.

Bahan baku berupa klinker yang dinaikkan ke bagian atas fasilitas pabrik berpotensi menimbulkan debu apabila terjadi tumpahan atau material meluber dari jalur pemindahan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements