Sumber tersebut mengaku masih terdapat sisa material klinker di bagian atas bangunan akibat luapan yang terjadi sebelumnya.
“Saya mendengar kabar tumpukan itu juga rencananya akan dibersihkan,” katanya.
Menurut sumber tersebut, aktivitas yang disebut masih berjalan didominasi oleh pengemasan semen dalam bentuk big bag.
Kemasan tersebut merupakan karung berkapasitas sekitar satu ton yang umumnya digunakan untuk kebutuhan industri dan proyek berskala besar, seperti perusahaan beton siap pakai maupun kontraktor infrastruktur.
Berbeda dengan semen dalam kemasan sak 50 kilogram yang lebih banyak didistribusikan ke toko material, semen dalam kemasan big bag disebut diperuntukkan bagi kebutuhan industri.
Sumber tersebut memperkirakan sekitar 90 persen aktivitas pengemasan di lokasi berkaitan dengan big bag, sedangkan kemasan sak 50 kilogram sekitar 10 persen.
“Big bag itu karung kemasan satu ton. Yang sedang diproduksi itu semen curah yang dikemas ke dalam karung besar,” ujarnya.
Sementara untuk semen dalam kemasan sak 50 kilogram, sumber tersebut menyebut sebagian didatangkan dari Baturaja, Sumatera Selatan, menggunakan kereta api.
Semen tersebut disebut telah dikemas sebelum tiba di lokasi sehingga aktivitas yang dilakukan di kawasan pabrik hanya berupa pemindahan dari gerbong kereta ke kendaraan angkutan untuk selanjutnya didistribusikan.
Menurutnya, sekitar 20 hingga 25 gerbong dapat tiba dalam kondisi membawa semen yang sudah dikemas dan siap didistribusikan.
“Sekitar 20 sampai 25 gerbong yang datang sudah dalam kondisi siap, berupa kemasan sak 50 kilogram. Tinggal dimuat ke mobil, sifatnya hanya pindah angkutan saja, tidak ada produksi,” jelasnya.